Ambil Peran Dibalik Layar Pegang Sound System

by -

Tak banyak yang mengenal sosok Agustian. Pria yang sudah beruban ini bertugas di Bagian umum Setda Kabupaten Belitung. Tugasnya selalu di belakang layar. Ia berperan sebagai teknisi sound system.

Pria kelahiran Tanjungpandan 1 Agustus 1965 ini sudah sejak tahun 2005 dipercaya memegang sound system di Setda Kabupaten Belitung. Awalnya ini menjadi pegawai di TK Negeri Pembina sejak tahun 1999

Melihat profesionalismenya dalam bekerja, wartawan tertarik mengapresiasi kinerjanya. Pasalnya selama kenal dengan wartawan, ia belum pernah melakukan kesalahan dalam mengurusi sound sytem.

Paling selama karirnya ada speaker yang tidak nyala. Kalau persoalan itu ia bersama rekannya Sudirman selalu bisa mengatasinya. Karena kepiawaiannya ia sudah dua kali dipercaya mengurusi sound system untuk presiden. Tahun 2009 ketika Presiden Susilo Bambang Yudoyono dan terakhir Presiden Joko Widodo. Lucunya ia tidak memiliki kenang-kenangan bertemu presiden. Pasalnya ia hanya membantu orang minta dipotret. “Sudah dua presiden aku dipercaya. Semuanya alhamdulilah lancar,” kata Agus ditemui Selasa (18/8) kemarin.

Semua acara yang dilaksanakan di gedung serba guna, ruang sidang, dan ketika upacara, dialah orang yang berperan. Tugasnya kelihatan sepele, namun mempunyai peranan yang sangat penting.
Ketika upacara bulanan, ia datang lebih pagi dari pegawai lain untuk menyiapkan sound system. Setelah acara selesai, dia kembali bekerja membereskan sound system. Seharusnya pegawai negeri yang telat masuk kerja malu dengan sosok Agustian.

“Ya benar setiap upacara atau acara di lapangan saya memang datang dulu. Pokoknya ada orang atau tidak ada orang saya sudah siap di lokasi,” ujarnya.

Suksesnya pelaksanaan upacara pengibaran bendera 17 Agustus di Stadion Tanjungpandan lalu juga tak lepas dari peran dia. Dia tertawa ketika ditanya wartawan, apakah ada yang mengucapkan selamat atas kesuksesannya memegang sound system.

Satu hal yang jadi kekhawatirannya. Selama 10 tahun terakhir ia tidak pernah Sholat Idul Fitri dan Idul Adha di kampung. Ia takut dicap orang yang tidak bermasyarakat karena tidak sholat di kampung. Padahal kata dia, setiap tahun, ialah yang bertugas menyiapkan sound system untuk kelancaran Sholat Ied di halaman Kantor Bupati Belitung.

“Tapi mudah-mudahan orang kampung ngerti dengan tugas saya ini. Saya kan bukan tidak mau sholat di kampung, tapi saya tugas atas nama pemerintah daerah,” jelasnya.

Terpisah, Kepala UPTD Museum Alek Suryadi juga mengakui keseriusan Agustian dalam bekerja. Alek sempat bekerjasama ketika Alek masih menjabat Kasubag umum beberapa tahun lalu. “Memang aku pandang dia kerjanya bagus dari dulu. Makanya aku selalu percaya dengan Pak Agus,” kata Alek. (ade)