Anak SMP Naik Motor Ditangkap Polisi

by -

*Parah…, Beknalpot Racing, Tanpa SIM, Tanpa Spion dan Tak Berhelm

foto A- bocah smp ditilang polisi - Copy

Foto A: AINUL YAKIN/BE
BUTUH PEMBINAAN KERAS:
Anak SMP berinisial JN ini yang terpaksa harus ditangkap polisi karena sudah melanggar aturan lalu lintas dan butuh pembinaan dan peringatan keras.

TANJUNGPANDAN-Upaya Satlantas Polres Belitung untuk memberantas keberadaan knalpot racing yang melanggar lalu lintas di Belitung terus dilakukan. Tidak hanya malam hari, anggota Satlantas juga melakukan patroli dan razia pada siang hari. Sejumlah anggota polisi terus mengelilingi Jalanan Kota Tanjungpandan untuk mencari pengendara yang mengganggu dan meresahkan masyarakat ini.
Alhasil Polisi berhasil mengamankan salah satu pengendara yang berstatus pelajar kelas satu SMP Negeri di Tanjungpandan, menggunakan knalpot racing. Tidak hanya itu, lebih parah lagi bocah ingusan berusia 14 tahun, berinisial JN warga Pilang ini, tidak berhelm, tanpa dilengkapi spion dan plat nomor kendaraan (nopol).
Bahkan bocah ini sempat menangis saat ditilang polisi.  Selain itu, anggota polisi lalu lintas ini juga mengamanakan pengendara yang tidak mengenakan helm di lokasi tertib lalu lintas, Kawasan Jalan Sriwijaya, Senin (10/8) siang kemarin.
Kasatlantas Polres Belitung Iptu Eka Asmayani melalui Anggota Satlantas Bripka Dyka Anugrah seizin Kapolres Belitung AKBP Candra Sukma Kumara mengatakan, bocah ini diamankan saat melintas di Jalan Sriwijaya.
“Saya melihat anak ini mengunakan knalpot racing. Setelah itu, kami berhentikan bocah ini dan kami periksa. Setelah diperiksa, motot tidak dilengkapi dengan TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor), tak memiliki SIM dan tidak berhelm,” ujar Bripda Dyka kepada Belitong Ekspres, kemarin.
Untuk tindakan bagi kedua pengendara ini, Polisi melakukan tilang. Sedangkan, bagi anak di bawah umur ini, pihak Satlantas Polres Belitung akan memanggil kedua orang tuanya untuk dilakukan pembinaan.
“Motor tetap kami amankan di Kantor Satlantas, sesuai dengan perintah Kasatlantas. Setelah itu, orang tuanya akan kami beri teguran dan peryataan agar anaknya tidak taat dan tertib berlalu lintas,” pungkasnya. (kin)