Analisa Danki Batalyon B Satbrimob Polda Babel, Peluru 9 Milimeter Itu ditembakkan ke Atas Lalu Ini Yang Terjadi…

by -
Analisa Danki Batalyon B Satbrimob Polda Babel, Peluru 9 Milimeter Itu ditembakkan ke Atas Lalu Ini Yang Terjadi...
Polisi melakukan identifikasi terhadap peluru nyasar yang menembus plafon Masjid SMKN 2 Tanjungpandan.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Danki Batalyon B Satbrimob Polda Babel, Iptu Gilang Indra, membenarkan bawasannya proyektil peluru yang menembus plapon masjid SMKN 2 Tanjungpandan, Senin (13/1/2020) lalu berukuran 9 milimeter.

Menurutnya, proyektil peluru 9 milimeter ini umum digunakan aparat. Bahkan ia mengakui, bahwa jenis pistol yang ia pegang menggunakan peluru 9 milimeter.

“Seperti ini (ia menunjukan peluru miliknya), ini dipegang semua aparat sekarang. Kalau dahulu tidak semuanya pegang, sekarang ini semuanya pegang,” katanya ketika dijumpai belitongekspres.co.id, Jumat (17/1/2020).

Dijelaskannya, ada 4 jenis pistol yang bisa menggunakan peluru tersebut.

“Jenis-jenisnya FN, Glok, HS, kemudian Bareta. Ini jenis pistol, bukan laras panjang. Di Polres ada HS di sini pun ada HS, kalau senjata TNI saya kurang tahu,” jelasnya.

Ia pun memastikan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan senjata. “Dan di sini hanya saya yang pegang. Kalau di sini semuanya (senjata) dimasukan ke dalam gudang, saya yang pegang kuncinya. Kecuali ada tugas, baru saya kasih,” tegasnya.

Berdasarkan dugaan dan analisanya, kasus tersebut merupakan tembakan ke atas lalu jatuhnya di atas Masjid.

“Proyektil itu kan berat, saat ditembakan ke atas, setelah jaraknya mencapai batasan dia (peluru) akan jatuh, dan bisa jadi lebih cepat saat dia mulai jatuh dari pada saat menuju ke atasnya,” tukasnya.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, warga Desa Aik Ketekok sempat dihebohkan dengan adanya temuan dugaan peluru nyasar, Senin (13/1/2020).

Dugaan peluru nyasar tersebut ditemukan di teras plapon Masjid SMK Negeri 2 Tanjungpandan. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (13/1/2020) sebelum adzan magrib berkumandang, tepatnya sekitar pukul 17.45 WIB.

Ketika dikonfirmasi, Kepala SMK N 2 Tanjungpandan, Suwandi, mengatakan, saat kejadian saksi mata bernama Sulton sedang duduk di teras surau. Saat itu ia mendengar suara letusan dan tak berselang lama, Sulton menemukan proyektil peluru yang menembus atap dan plafon teras surau.

“Kalau menurut dugaan kami itu, itu peluru didalam masjid kan, berarti itu peluru dari atas. Orang yang menembaknya juga gak ada (tidak tau). Itu mungkin dari hutan sana,” kata Suwandi.

Suwandi juga menduga, peluru tersebut dari seorang yang sedang berburu burung, karena menurut pengamatannya, di SMK N 2 tersebut jika sore hari sangat sering sekali terlihat burung yang mondar mandir di atas sekolah itu.

Sedangkan Polres Belitung juga membenarkan atas kejadian adanya proyektil peluru yang menghantam masjid tersebut.

Hal tersebut dikatakan KBO Reskrim, IPDA Makbul Fadilah, atas seijin Kapolres Belitung, AKBP Ari Mujiyino mengatakan, dugaan sementara peluru tersebut berkaliber 9 mili meter. Namun saat ini masih terus dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami sudah melakukan crosscheck. Sampai saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” ujar Makbul.

Editor: Subrata
Erporter: Faizal