Andeska: Sebaiknya KMP Bersatu

by -

*Jika Ingin Bicara Head to Head dengan Satu Pasangan Lain

MANGGAR-Munculnya Koalisi Suci yang digagas Gerindra dan PKS Beltim menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Desember 2015 mendatang, membuat peta politik mulai bergeser. Jika sebelumnya enam partai Koalisi Merah Putih (KMP) seperti PBB, PAN, PKS, Golkar, PPP, dan Gerindra sudah menjalin komunikasi membangun koalisi, kini mulai bubar.
Menanggapi hal ini, salah satu bakal calon yang digadang-gadang maju melalui koalisi ini yakni Usmandi Andeska mengatakan, sebaiknya parati-partai yang tergabung dalam KMP bersatu. “Lebih baik membangun sinergi membangun bersama untuk Beltim,’’ ujar Andeska-panggilan akrab Usmandi Andeska kepada Belitong Ekspres, Selasa (23/6), kemarin melalui jaringan telepon seluler.
Menurut Andeska, jika berbicara head to head (artinya hanya ada 2 pasangan calon,red), maka akan sebaiknya KMP bersatu agar lebih kuat untuk meraih target. Maka, jika sekarang ini perkembangannya berbeda alias pecah koalisi seperti pertemuan awal, maka kesimpulannya sudah beda.
Tokoh asal Kelapa Kampit ini mengaku, sebelum terbentuk Koalisi Suci yang digagas Gerindra dan PKS, dirinya sudah melamar sebagai bakal calon kepala daerah. Termasuk di Gerindra maupun PKS. “Sebelum koalisi ini (Koalisi Suci,red), saya sudah mendaftar ke masing-masing partai (PKS dan Gerindra,red),’’ papar Andeska yang juga adalah Ketua Ikatan Kekeluargaan Masyarakat Belitung (IKMB) di Jakarta itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, enam partai politik (Parpol) di DPRD Belitung Timur (Beltim) sepakat untuk mengusung Yusli Ihza dan Usmandi Andeska sebagai bakal calon (Balon) Pilkada Beltim 2015, pada 9 Desember mendatang. Yusli Ihza adalah politis PBB yang menjabat anggota Komisi II DPRD Provinsi Babel saat ini. Kesepakatan enam Parpol yaitu PBB, PAN, PPP, Gerindra, PKS dan Golkar, merupakan hasil pertemuan di kediaman orangtua Yusril Izha Mahendra, di Desa Lalang Manggar, Jumat (29/5).
Perkembangn belakangan seperti diberitakan BE, (24/6), kemarin, dua partai di koalisi merah putih (KMP) Beltim, menyatakan sepakat membangun koalisi. Dua partai besar yang menamakan Koalisi Suci yakni, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
Koalisi suci ini, terbentuk setelah adanya pertemuan antara kedua pengurus partai politik (Parpol) secara langsung, Minggu (21/6) malam di sekertariat DPC Gerindra Beltim. Koalisi ini dibangun atas dasar kesadaran bersama antara kedua parpol, terutama tergolong dalam koalisi KMP.
Dengan terbentuknya koalisi ini menjawab keikutsertaan salah satu pasangan calon yang akan diusung dalam Pilkada Beltim 9 Desember mendatang. Namun sayangnya, Koalisi Suci jadi memecah belah KMP Beltim yang sebelumnya pernah berkumpul menjalin kesepakatan.
Ketua DPD PBB Beltim, Koko Haryanto yang juga bagian dari KMP Beltim mengatakan, dengan pecahnya koalisi tersebut masyarakat akan menilai berarti KMP di Beltim saat ini sudah tidak kondusif lagi.
“Elit politik sebenarnya harus menyikapi ini dengan dewasa. Seperti yang dikatakan pada koalisi Suci ada yang mengatakan bahwa PBB tidak punya keringat pada Pilpres lalu. Padahal mungkin ia tidak tahu banyak, bagaimana hubungan pribadi Pak Yusril dengan Pak Prabowo waktu itu, jadi jangan lah bicara jika memang tidak tahu persoalannya,” tegas Koko, saat ditemui di ruang kerjanya Selasa (23/6) kemarin.
Koko menjelaskan, sebelumnya PBB sering diundang dalam hal pertemuan apapun demi menjalin kebersamaan dan kerjasama. Tapi mungkin mereka ingin menjadi magnet dalam KMP ini. “Bagaimana jika mau jadi magnet jika dalam bahasanya ada sindiran seperti yang dituliskan di salah satu media masa lokal tersebut. Bicaralah yang baik, jika memang ingin bersatu,” pintanya.
Padahal menurut Koko, di tingkat DPW dan DPP tentunya tidak pernah menginginkan adanya perpecahan KMP, namun ini terjadi di DPD Beltim. “Sungguh riskan jika ini sampai terjadi nantinya,” ujar Koko yang berharap KMP di daerah tetap bisa solid kedepannya.
Koko tidak menampik suatu kemungkinan jika di Pilkada nantinya akan ada tiga pasang calon, meski semuanya belum bisa dikatakan final. (feb/agu)