Andrea Puji Koreografer Belitong

by -

GANTUNG-Suksesnya rangkaian acara peluncuran Festival Laskar Pelangi (FLP) 2015, di Museum Kata Andrea Hirata, Jumat (7/8) kemarin, tak lepas dari peran sang koreografer yakni Wulan dan Widia. Itu pun juga diungkapkan, Andrea Hirata kepada Belitong Ekspres, kemarin.
Menurut Andrea, mereka berdua beserta tim lainnya luar biasa mengolah Tarian Pendulang Timah dipadukan dengan kreasi-kreasi tambahan. Bahkan, dia nampak yakin dan optimis saat  tari Pendulang Timah dikalaborasikan dengan puisi menjadi sajian yang luar biasa.
“Saya suka itu. Sebab, ada warna lain dan justru tarian Pelimbang Timah ini lah yang benar-benar juga akan mengangkat Pulau Belitong nantinya. Beda dengan seniman lainnya, jika mereka menciptakan sebuah karya, terkadang tidak ingin karyanya ditambah atau dirubah. Tapi, saya sebaliknya, hal itu ndak jadi masalah jika memang bisa membuat karya itu lebih bermakna dan memiliki ruh yang kuat,” ujar pendiri Museum Kata, museum sastra pertama di Indonesia itu.
Andrea optimis, Belitong akan memiliki koreografer-koreorafer  handal di tingkat nasional ke depannya.  “Jadi tinggal pengembangan saja. Dan juga terus diperdalam tentang seni tari. Saya optimis akan banyak koreografer lahir di Belitong,” pungkasnya.
Menanggapi hal itu, Wulan merasa tersanjung  bercampur bangga. Sebab, karya dan kreatifnya dipuji langsung oleh Andrea Hirata. “Saya senang acara ini berjalan sukses. Kami masih ada kekurangan dan terus akan berlatih karena anak-anak dari Sanggar (Sanggar Tari Belitung,red) masih butuh terus diolah seni peran dan tarinya,” katanya. (kin)