Anggaran Refocusing Covid-19 Gagal Jadi Proyeksi APBD Perubahan 2020

by -
Anggaran Refocusing Covid-19 Gagal Jadi Proyeksi APBD Perubahan 2020
Foto ilustrasi.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Anggaran refocusing penanganan Covid-19 gagal menjadi proyeksi anggaran perubahan (APBD) 2020. Hal itu pun membuat kekhawatiran terhadap pembangunan di Kabupaten Beltim hingga anggaran tahun 2020 berakhir.

Semula, rencana mengembalikan anggaran refocusing sangat diharapkan mengingat besarnya nilai refocusing yang belum dibelanjakan.

“Yang jelas Pemda sudah membuat proyeksi kemampuan keuangan daerah untuk perubahan APBD, termasuk kebijakan-kebijakan yang diambil. Salah satunya mengatasi persoalan terkait ketidakpastian covid-19,” ungkap Plt Kepala Bakuda Kabupaten Beltim, Haryanto saat ditemui Belitong Ekspres, Rabu (7/29).

Dikatakan Haryanto, selaku OPD yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan keuangan dan pendapatan daerah, mereka sudah membuat kebijakan teknis sebagaimana perhitungan yang keuangan daerah.

“Kebijakan secara teknis sudah dilakukan perhitungan oleh BPKPD (Bakuda) dan terkait kebijakan-kebijakan sudah dibicarakan dengan TAPD. Seperti apa skenario dalam waktu dekat untuk mengatasi ketidakpastian covid 19 dalam rangka penyusunan APBD Perubahan 2020,” jelas Haryanto.

Secara umum, Haryanto menjelaskan postur APBD terdiri dari pendapatan dan belanja. Saat ini semua hal tersebut telah disesuaikan dengan kondisi riil potensi PAD maupun perimbangan.

“Nah itu semuanya sudah kita sesuaikan dengan kondisi riil artinya melihat kondisi kekinian potensi PAD dengan peraturan dari pemerintah pusat sebagai dasar menganggarkan dana perimbangan seperti DAU dan DAK. Kita buat se riil mungkin estimasinya,” kata Haryanto.

Dia juga menjelaskan kemampuan keuangan daerah sudah disampaikan ke seluruh OPD dan diminta segera melakukan penyusunan RKPD.

“Sudah kita berikan ke kawan-kawan perencanaan untuk mereka lakukan semacam penyusuann RKPD perubahan. Itu sedang di finalisasi. Intinya Pemda melalui Bakuda dan TAPD sudah memberikan kemampuan kita. Seperti apa kemampuan, tinggal diselaraskan dengan program skala prioritas sesuai kebutuhan,” sebutnya.

“Insyaallah sampai Desember masih bisa berjalan sebagaimana mestinya, artinya tidak mengkhawatirkan selama wajib dan prioritas tetap bisa dilaksanakan,” pungkas Haryanto. (msi)