Anggaran Tiga SKPD Dipangkas

by -

*Dana Rp 5,7 M untuk Asrama Mahasiswa di Bandung Dibintangi

MANGGAR – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Husaini Rasyid mengatakan pembahasan defisit anggaran baru berjalan antara komisi dan mitra. Pembahasan ini secepatnya akan dilakukan finalisasi dengan antara Banggar dan TAPD. Menurut Uut sapaan akrabnya yang ditemui usai mengadakan rapat pembahasan anggaran diruang rapat DPRD Beltim, Selasa (15/3) kemarin, setidaknya ada 10 SKPD yang menjadi mitra komisi II. Namun hanya 3 mitra yang dinilai mencolok untuk dibintangi (ditunda,red).
“Tapi yang terlihat, yang banyak untuk dikurangi ini hanya tiga SKPD. Yakni Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Bagian Umum, dan Dinas Kelautan dan Perikanan. Dan jumlahnya mencapai sekitar Rp 24 M,” terang Uut.
Uut menuturkan, khusus untuk rencana pembelian asrama Mahasiswa di Bandung, rencana pembelian itu sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Ia menyebut berbagai pihak menyoroti aspek, mulai dari kesehatan dan letak strategis sehingga rencana pembelian asrama dinilai perlu.
“Ini kami anggap penting tapi bukan berarti jika tidak dilaksanakan, mahasiswa tidak belajar. Saya sekolah, bahkan lebih jauh dari memadai dari asrama itu. Yang ada akan kita lepas, kita tidak akan punya dua asrama. Rencana ini sudah ada tiga tahun yang lalu. Ide itu sudah kami gulirkan. Bahkan saya sudah lihat sendiri kondisi asrama yang ada,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Beltim Talafudin, mengatakan proyeksi pembintangan anggaran hingga mencapai Rp.41 M itu masih akan melewati sejumlah tahapan.  Tahapan-tahapan itu diantaranya, usai pembahasan antara mitra dan komisi, rencana pembintangan kembali akan dibawa ke rapat antara Tim TAPD dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Beltim.
“Kami akan membintangi sekitar Rp.35 M yang menjadi defisit. Nanti akan kami pelajari apakah keputusannya berupa edaran atau bagaimana. Yang pasti kami minta ini ini ditunda dulu. Dibintangi ini bisa dihilangkan misalnya kalau memang punya duit di ABT nantinya,” terang Talafudin. Diketahui APBD 2016 Beltim mengalami defisit hingga Rp.35 M. Defisit terjadi gara-gara ada perhitungan SIPLA yang meleset, di antaranya pada proyeksi pendapatan di pos dana bagi hasil dari pusat.Menyingkapi permasalahan ini, pagu dana anggaran Sebesar Rp.6,6 M di Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Pemkab Beltim diproyeksikan untuk dibintangi (ditund,reda) pada APBD 2016. Proyeksi pagu anggaran yang akan dipotong itu diantaranya meliputi rencana pembelian asrama mahasiswa Belitung di Bandung. Yang rencana ini hendak menelan duit rakyat hingga Rp 5,7 M.
“Itu masih rencana, belum tertulis,” sebut Kabag Umum dan Perlengkapan Setda Pemkab Beltim, Amirudin kepada Belitong Eskpres.Khusus untuk asrama mahasiswa di Bandung misalnya, rencana penundaan akan memangkas anggaran hingga hanya tersisa Rp 150 juta hingga Rp 200 juta. Anggaran ini disisakan untuk persiapan pengadaan tanah semisal survei lokasi dan harga tanah.
Disebutkan Amirudin, rencana pembelian asrama mahasiswa di Bandung masuk dalam APBD 2016 karena sejumlah pertimbangan. Meski dinilai strategis, akses menunju asrama yang telah ada saat ini dinilai masih kurang. Faktor lain juga yang menjadi pertimbangan adalah faktor higienitas asrama yang ada saat ini.
“Tempatnya strategis tapi aksesnya kurang. Masuk lorong kendaraan. Sirkulasi angin sudah tidak bagus lagi,” sebut Amirudin.Ia juga mengatakan selain pembelian asrama mahasiswa di Bandung yang akan dibintangi, ada juga pagu anggaran lainnya yang akan dibintangi. Proyeksi totalnya mencapai sekitar Rp 6,5 M. Beberapa diantaranya terkait rencana pembelian kendaraan dinas dan pengadaan rumah kantor.”Ada sekitar Rp 6,6 M. Sekitar itulah. Tapi belum final. Nanti akan sinkronisasi antar-komisi,” jelasnya.
Dari total Rp.41 M proyeksi pagu anggaran di 14 SKPD (atau setara SKPD), Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Pemkab Beltim menjadi SKPD yang paling besar dalam rencana pembintangan anggaran. Proyeksinya mencapai Rp.11 M. Jumlah itu terdiri dari rencana pembelian kendaraan dinas lintas institusi dan juga rencana pembelian asrama mahasiswa di Bandung. (feb)