Angin Kencang, Nelayan Harus Lengkapi Alat Keselamatan Laut

by -3 views
Ketua Pelaksana Harian BPBD Beltim, Andryanto Putra Markam, ST
Ketua Pelaksana Harian BPBD Beltim, Andryanto Putra Markam, ST

BPBD Beltim: Baju Pelampung dan HT Adalah Alat Utama

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Terkait angin kencang beberapa bulan belakangan, Ketua Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Andryanto Putra Markam meminta agar masyarakat nelayan melengkapi alat keselamatan berlayar.

Sebetulnya kata Andrianto, masyarakat Belitung Timur adalah masyarakat yang sejak dahulu sangat paham tentang pelayaran. Mereka tahu tanda-tanda alam, bahkan dari air keruh pun mereka sudah tahu. Akan tetapi alat keselamatan tersebut wajib dipakai.

“Arahan saya terkait dengan keselamatan pelayaran sipil di laut yang berkaitan dengan nelayan dan lain-lain, mereka memang diharuskan menggunakan Jaket Pelampung. Karena jaket pelampung merupakan alat yang dapat menyelamatkan mereka ketika mereka mendapat kesulitan dan persoalan di laut,” kata Andrianto kepada Belitong Ekspres, Selasa (16/7) kemarin.

Selain itu, kata Ahli Geologi tersebut, juga harus lengkapi diri dengan sistem komunikasi di laut. Sebaiknya, para nelayan itu masuk anggota RAPI atau ORARI. Kenapa disarankan komunikasi RAPI, karena di jaringan sistem Radio itu, ada suatu kode di HT (Handy Talky) yang langsung konek ketika dipencet dalam keadaan SOS (darurat) di laut.

“Jadi saya sarankan mendaftarlah di RAPI, nanti akan terpantau di RAPI. Apabila ada kesulitan, tinggal pencet itu, radio RAPI seluruh Belitung tahu bahwa ada kejadian. Sekali lagi, saya mohon untuk keselamatan di laut, untuk melengkapi jaket pelampung dan HT, dan menjadi anggota RAPI,” pinta Andriyanto.

Lebih jauh, kata Andriyanto, terkait cuaca saat ini sebenarnya matahari berada di selatan khatulistiwa. Artinya, di selatan ini sangat dingin pada malam hari dan sangat panas pada siang hari. Sehingga terjadilah ubahan gerakan air laut dari maksimais ke minimais, sehingga disebut gelombang tinggi. Dan, itu terjadi pada sekarang ini hingga bulan sembilan mendatang.

“Akibat matahari di selatan khatulistiwa, maka suhu dibumi pada siang hari sangat panas, dan pada malam hari sangat dingin. Maka terjadilah perubahan dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, akibatnya air laut pun terjadilah pergerakan,” jelasnya.

Andriyanto menambahkan, adapun gerakan yang optimal disebut gelombang. Nah, ini berbahaya bagi pelayaran di laut. Maka dari itu penuhi alat keselamatan pelayaran laut, baju pelampung dan komunikasi HT.

“Dan, saat ini bukan cuaca ekstrem. Cuaca ekstrem itu apabila gelombang tinggi disertai hujan lebat, dan angin yang deras. Jadi itulah yang disebut Badai,” tandasnya.

Diketahui, beberapa bulan belakangan Pulau Belitong dilanda angin dan gelombang besar. Hal itu dikhawatirkan akan menyebabkan kecelakaan laut yang menimpa nelayan. Sebab, angin kencang ini dikabarkan akan berlangsung hingga bulan September mendatang.(dny)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *