Angka Perceraian Masih Tinggi

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

TANJUNGPANDAN-Kasus perceraiaan yang terjadi di Kabupaten Belitung selama kurun waktu tahun 2014 masih terbilang tinggi mencapai 994 kasus. Meski mengalami penurunan dibanding tahun 2013 sebanyak 1014 kasus, tapi kondisi ini tetap menjadi perhatian serius pemerintah.
Panitera muda hukum Pengadilan Agama Belitung, Abdullah kepada BE Rabu (28/1) kemarin mengatakan, walaupun terjadi penurunan angka perceraian, tetap saja jumlah tersebut terbilang banyak.
Dijelaskan, penyebab angka perceraian yang sering ditemukan di lapangan karena faktor klasik, seperti ekonomi. Lantas, ada faktor banyaknya  tempat hiburan malam seperti kafe sehingga memicu terjadinya perselingkuhan yang menyebabkan percekcokan dalam rumah tangga yang berujung pada perceraian.
Kata Abdullah, Pengadilan Agama tetap berupanya menekan angka perceraian dengan melakukan mediasi antara suami maupun istri yang coba melakukan gugatan cerai. “Selain mediasi, kami juga melakukan pemeriksaan, pembuktian serta kesimpulan kalau tidak terbukti,  maka proses perceraian akan digugurkan atau di batalkan,’’ ucapnya.
Dijelaskan, untuk pernikahan di bawah umur juga terbilang cukup banyak terdapat sekitar 75 kasus dengan dispensasi perkawinan. Untuk wanita yang masih di bawah umur 16 tahun sedangkan pria di bawah 19 tahun. “Meraka mau mengajukan untuk melangsungkan pernikahan namun ditolak dari KUA, setelah membuat surat pengajuan dispensasi baru bisa dikawinkan,’’ paparnya.
Untuk menekan angka perkawinan di bawah umur, saran Abdullah, peran orang tua sangat penting. Sebab, orang tua harus mengedepankan pendidikan anak soal pemahaman keagamaan. Serta menjaga pergaulan anak dan lingkungan.(mg1)

Baca Juga:  Kapolda Pantau TPS di Belitung

Rate this article!
Tags:
author

Author: