Apakah Pemkab Beltim Pertahankan Honorer? Ini Kata Bupati dan Ketua DPRD

by -
Pemkab Beltim Berupaya Pertahankan Honorer
Ilustrasi Tenaga Honorer. Foto: ISTIMEWA

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Keberadaan tenaga honorer (PTT) di Pemerintah daerah Kabupaten Beltim diupayakan tetap dipertahankan meskipun Pemerintah pusat berencana menghapusnya. Peran tenaga honorer sampai saat ini masih penting mengingat terbatasnya jumlah PNS.

“Persoalannya karena mereka memang punya potensi ikut sama-sama menggerakkan roda pemerintahan Beltim dan tenaga honorer kita butuhkan juga. Disamping mereka juga punya kebutuhan terhadap pemerintah daerah,” ujar Bupati Beltim Yuslih Ihza saat dikonfirmasi Belitong Ekspres, Senin (27/1) usai paripurna Hari Jadi Kabupaten Beltim.

Yuslih mengakui sulitnya lapangan pekerjaan alternatif di Kabupaten Beltim membuat bekerja sebagai honorer sebagai pilihan. Walau sebenarnya gaji yang diberikan masih relatif tidak besar.

“Disini (Beltim) juga sulit untuk lapangan pekerjaan alternatif, sementara lapangan pekerjaannya inilah menjadi PTT walaupun dengan mendapat remunisasi gaji seperti itu,” sebut Yuslih.

Bupati Yuslih juga membayangkan dampak sosial jika tiba-tiba Pemerintah daerah memberhentikan pegawai honorer. Bukan hanya pribadi sebagai honorer tetapi nasib keluarganya juga akan terdampak.

“Kalau ini (honorer) saya berhentikan, saya rasa dampak sosialnya sangat besar, gejolak masyarakat akan ribut Beltim. Saya tidak bisa membayangkan 1700 orang (honorer) dirumahkan, dan mereka (juga) anak-anak kita, sebagian besar orang Beltim,” terang Yuslih.

Karenanya, Yuslih berjanji akan mempertahankan keberadaan honorer yang sudah mengabdi di Pemkab Beltim. Sebab sejauh ini, Pemerintah daerah masih memiliki kemampuan membayar gaji walaupun sulit ditingkatkan.

“Situasi akan tidak kondusif, tingkat kriminal akan bertambah. Saya akan tetap berupaya dan didukung pak Wagub dan DPRD yang spontan mendukung kebijakan ini. Kita pun masih punya kemampuan untuk membayar mereka, itu penting cuma tidak bisa lebih dari saat ini,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja berpendapat sama dengan Bupati Beltim dalam hal mempertahankan honorer. Menurut dia, menghilangkan atau menghapuskan pegawai honorer tidak semudah yang dibayangkan.

“Saya sama dengan pak Bupati dan saya sampaikan di paripurna bahwa saya tidak sepakat dengan itu. Menghilangkan honor atau tenaga honor tidak semudah yang dibayangkan,” ujar Fezzi.

“Di Beltim ada seribu lebih dengan menghilangkan itu, ya bagaimana mereka kan punya istri, anak yang terkait. Kan ini tidak semata-mata hilang, lalu hilang,” imbuhnya.

Fezzi beralasan, menjadi pegawai honorer merupakan penghidupan bagi sebagian masyarakat. Selain itu, Kabupaten Beltim masih terdapat kekurangan PNS yang akan mengisi seluruh OPD.

“Dengan mereka tidak ada apakah akan bisa mendukung kinerja Pemkab Beltim. Oleh karena itulah, saya sudah sampaikan ke Bupati alangkah baiknya jika kita bertandang ke Menpan RB, menanyakan tentang apa sebenarnya. Terkadang kan apa yang kita lihat di tv, di media massa tidak sesuai. Maka kita akan cek, ini maksudnya apa, teknisnya seperti apa dan honorer seperti apa (yang dihapus),” ulasnya.

Editor: Subrata
Reporter: Muchlis Ilham