Aparat Gadungan Perdaya Bini Orang, Korban Diajak Video Telanjang

by -
Aparat Gadungan Perdaya Bini Orang, Korban Diajak Video Telanjang

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Mengaku sebagai aparat untuk memperdaya bini orang agar memenuhi hasratnya, duda berinisial AN (30) warga Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel) ditetapkan tersangka oleh Polres Belitung.

Saat ini, kasusnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Belitung untuk segera disidangkan. Berkas, tersangka dan barang bukti diserahkan penyidik Satreskrim Polres Belitung ke Kejari Belitung, akhir pekan lalu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Belitung yang menangani perkara ini, Tri Agung Santoso mengatakan, pihaknya sudah meneliti berkas dan tersangka yang dikirim penyidik. Dalam dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tanjungpandan.

Tri Agung menjelaskan, sebelum diserahkan ke Kejaksaan, pria yang berprofesi sebagai nelayan ini terlebih dahulu dilaporkan lantaran melakukan perbuatan pornografi terhadap korban sebut saja Bunga. Usianya di bawah 30 tahun warga Kabupaten Belitung.

“Kita inisialkan korbannya, karena wanita tersebut mengalami trauma yang sangat dalam. Sehingga kita inisialkan namanya,” kata Ti Agung kepada Belitong Ekspres.

Kata Agung, peristiwa berawal saat tersangka dan korban yang sudah bersuami berkenalan melalui media sosial Facebook. Setelah itu saling tukar nomor handphone. Lalu keduanya saling komunikasi melalui WhatsApp.

Pada saat komunikasi melalui video call aplikasi tersebut, tersangka merayu korban untuk telanjang. Namun, awalnya wanita yang statusnya bersuami ini menolak. Lalu, tersangka AN mengancam korban.

“Dia (pelaku) mengancam screenshot percakapannya di WhatsApp akan disebarkan ke suaminya. Karena korban merasa ketakutan, akhirnya dia menuruti permintaan tersangka,” jelas JPU Kejari Belitung.

Kemudian, saat korban memenuhi keinginannya, tersangka merekam adegan tersebut. Lalu beberapa hari kemudian, tersangka kembali menghubungi korban untuk meminta ketemuan.

Akan tetapi, korbanpun kembali menolak. Namun, lagi-lagi dia diancam akan dilaporkan ke suaminya dengan menunjukkan video tersebut. Hingga akhirnya ia mengiyakan keinginan tersangka.

“Saat bertemu, si korban meminta kepada pelaku untuk menghapus videonya. Namun tidak dihapus, akhirnya korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Belitung. Hingga akhirnya tersangka berhasil ditangani,” ungkapnya.

Atas perbuatan itu, Satreskrim Polres Belitung menjerat tersangka dengan Pasal 45 B Nomor 19 Tahun 2016 Tentang ITE. Ancaman hukumannya 4 tahun penjara.

“Motif pelaku mendekati korban dengan mengaku sebagai aparat. Untuk barang bukti yang diamankan berupa fotocopy screenshot percakapan, dan handphone milik tersangka,” pungkasnya. (kin)