April, Festival Hatlopan Terbesar

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

//Pecahkan Rekor MURI
//Dibuatkan Tugu Hatlopan di Titik Nol Pangkalpinang

foto A
TARIAN SERIBU TANGAN : Sejumlah penari mempertunjukkan tarian seribu tangan pada festival ketika kongnyan menyapa yang diselenggarakan SMA Setia Budi Sungailiat, kemarin (22/2). Foto : Hairul/Radar Bangka
PANGKALPINANG – Bangka Belitung (Babel) sepertinya ingin menegaskan kembali jika martabak atau yang biasa disebut Hatlopan merupakan makanan khas Negeri Serumpun Sebalai. Itu akan ditunjukkan pada gelaran festival martabak/Hatlopan terbesar yang akan memecahkan rekor Muri Indonesia.
Rencananya even yang mendukung program Babel Archi dan Visit Pangkalpinang 2015 itu akan digelar pada tanggal 5 April 2015 mendatang, bertepatan dengan hari Cengbeng bagi warga Tionghoa di  Alun-alun Taman Merdeka (ATM) kota Pangkalpinang.
Masih dihari yang sama, akan ditandatangani sebuah tugu Hatlopan sebagai ikon kuliner kota Pangkalpinang. Dimana tugu tersebut akan diletakan di titik nol kota Pangkalpinang dan akan ditandatangi oleh menteri Pariwisata Indonesia. “Kita ingin mengadakan kegiatan pemecah rekor Muri martabak terbesar dengan panjang 2,5 meter dan tinggi 18 cm,” kata ketua Pengarah kegiatan, Achmad Subari, Sabtu (21/2).
Ide untuk mengadakan kegiatan itu muncul, jelas pria yang akrab disapa Acu ini, berawal dari keprihatinan pecinta kuliner di Babel, karena martabak yang merupakan kuliner khas Babel, malah rekor Murinya dipecahkan oleh daerah lain.
“Inikan kebetulan. Sama sekali tidak kita rencanakan. Pertama-tama muncul ide ini, saat kita lagi asyik nongkrong di tempat asah batu. Setelah kita usulkan, ternyata respon baik dari para pengusaha, pemerintah serta masyarakat sangat luar bisa,” terangnya.
Namun, jelas dia, butuh anggaran sekitar Rp 800 juta untuk menyelenggarakan even tersebut, sebab bukan hanya membuat hatlopan untuk memecahkan rekor muri saja, akan tetapi artis-artis ibu kota pun akan didatangkan, serta musik-musik tradisional asli Babel juga turut diundang dalam memeriahkan acara terasebut.
Subari kembali menjelaskan, pihaknya serius dalam menggelar even itu. Untuk itu pihaknya akan menyampaikan seluruh donasi dari masyarakat terkait dana yang terkumpul, agar transparan sehingga tidak memunculkan pikiran negatif. “Ini juga akan kita jadikan ikon kota Pangkalpinang untuk kulinernya. Permintaan walikota dia meminta untuk mengundang menteri Pariwisata yang akan menandatangi tugu Hatlopan sebagai icon kuliner Babel.” katanya.
Selain itu lanjut dia, ada permintaan dari masyarakat, terkait martabak asli Bangka ini, yaitu agar pada saat diselenggarakannya nanti kuliner yang juga sering disebut Pandekok itu dibuat harus menggunakan wijen sebagai inti ditengahnya, karena menurut Subari, terdahulu hatlopan hanya dibuat dengan adonan tambahan berupa wijen.
“Kita bukan hanya mencetak rekor Muri, tetapi akan mencetak rekor penjual martabak terbanyak, dengan melibatkan seluruh penjual martabak di Babel. Acaranya nanti akan berbentuk seperti sebuah festival, disitu kita lombakan martabak terunik, juga ada lomba joget berupa goyang martabak,” jelas dia.
Dikatakan Subari, sebisa mungkin even tersebut untuk tidak menggunakan dana APBD. Masih kata Subari, donasi dari masyarakat, pengusaha, dan lainnya sangat diharapkan. Jika masyarakat yang mau berpartisipasi dalam mendonasikan untuk kegiatan ini bisa melalui Bank BNI ke nomor rekening 0371462666.
Dia berharap, dengan adanya festival hatlopan tersebut dapat membangkitkan wisata di Babel.”Ini salah satu program dalam membatu Babel Archi dan Visit Pangkalpinang 2015, meskipun kami tidak setiap tahun bisa melaksanakan iven seperti ini, setidaknya bisa menjadi penggerak bagi kaum muda untuk tetap melaksanakannya di tahun-tahun selanjutnya,” imbuhnya.
Disini, tegas dia, pihaknya tidak mencari provit, akan tetapi ingin memberikan yang terbaik untuk daerah. “Pangkalpinang kan sedang gencar-gencarnya mempromosikan Visit Pangkalpinang 2015, mudahan-mudahan dengan even ini bisa membuat kota kita lebih dikenal lagi dan tentunya menarik minat wisatawan untuk datang ke Pangkalpinang, karena jika datang ke Pangkalpinang sudah pasti mereka akan ketempat wisata lainnya yang ada di kabupaten-kabupaten,” tukasnya. (cr61)

Baca Juga:  Meresahkan, Gara-gara Suka 'Mejeng' Buaya 2,5 Meter Dipancing Pawang

Rate this article!
Tags:
author

Author: