Asdep Kemenko Bidang Perekonomian RI Resmikan Desa Digital Pulau Seliu

by -
Asdep Kemenko Bidang Perekonomian RI Resmikan Desa Digital Pulau Seliu
Foto bersama Asdep Kemenko Bidang Perekonomian RI usai resmikan Desa Digital Pulau Seliu

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Asisten Deputi Ekonomi Digital Kementerian Koordinator (Asdep Kemenko) Bidang Perekonomian Republik Indonesia (RI) Dr. Rizal Edwin Manansang, Ak, M.Sc melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Kabupaten Belitung, dari tanggal 25-28 Maret 2021.

Kedatangannya, Kamis (25/3) disambut langsung oleh Bupati Belitung H. Sahani Saleh S.Sos, di Bandara H AS Hanandjoedin didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir. Hermanto, Staf Ahli Bidang Administrasi Umum, Warsito, S.Ag, SAP beserta Kepala OPD terkait di Lingkungan Pemkab Belitung.

Kunker ini bertujuan untuk identifikasi kesiapan lintas pemangku kepentingan di Kabupaten Belitung dalam mendorong transformasi digital. Termasuk mengidentifikasi hambatan dan strategi adaftif yang dilakukan guna meningkatkan daya siang UMKM dan pengembangan Desa Wisata Digital. Yakni, dengan cara memetakan kondisi lapangan riil, dan rencana kolaborasi program Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, pelaku usaha, masyarakat, dan komunitas.

Lebih jauh, output dari Kunker ini akan dijadikan sebagai bahan pengayaan dalam penyusunan kebijakan strategi nasional Ekonomi Digital yang sedang dilakukan Pemerintah sekaligus pendukung penyusunan Strategi Nasional Ekonomi Digital.

Salah satu agenda kunker melaunching Desa Digital Pulau Seliu Kecamatan Selat Nasik, termasuk melakukan diskusi terbatas dengan beberapa OPD terkait seperti Kominfo, Pariwisata, KUKMPTK, Perikanan serta beberapa pelaku usaha di sektor-sektor tersebut mengenai Kondisi Pengembangan Ekonomi Digital di Kabupaten Belitung.

Selanjutnya, pada hari kedua di Tanjungpandan, Dr. Rizal Edwin Manansang melakukan kunjungan dan diskusi dengan beberapa pelaku UMKM Belitung seperti ke Belitong Spicy, Haiz Cream, Galery KUKM, dan HKM Juru Seberang serta Bukit Peramun yang sudah menerapkan tehnologi digital termasuk ke Pantai Tanjung Tinggi “Laskar Pelangi”, salah satu icon pariwisata Belitung.

Kemudian, pada malam harinya digelar Jamuan Makan Malam yang dihadiri oleh Sekda Kabupaten Belitung, H. MZ. Hendra Caya, SE. M.Si, beserta jajarannya. Sekaligus bincang ringan tentang arah pengembangan pembangunan yang telah, sedang dan akan dilakukan di Kabupaten Belitung. Lantas, diakhiri dengan lantunan suara merdu oleh salah satu personil Trio Libels, grup musik papan atas era 90-an tersebut.

Selama di Pulau Seliu Asdep Kemenko didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda, Ir. Hermanto, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Belitung Mohammad Iqbal ST, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda, Dr. Zakina, S. Sos., M. Si. serta Kabag Perekonomian Syamsudin, SE.

Sedangkan kunjungan di Tanjungpandan dan Sijuk, ia juga didampingi oleh Kepala Dinas Kominfo Mohammad Iqbal, ST, dan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda, Dr. Zakina, S.Sos, M.Si. Tak ketinggalan sahabatnya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belitung Ir. Destika dan beberapa perwakilan OPD terkait.

Asisten Deputi Bidang Ekonomi Digital, Rizal Edwin Manansang mengatakan, sangat terkesan sekali ketika datang ke Belitung karena disambut oleh Bupati Belitung dan jajarannya. “Saya merasa datang seperti ke rumah sendiri, terima kasih atas sambutan kepada kami,” katanya.

Ketika kunjungan ke Pulau Seliu, Rizal Edwin Manansang meresmikan Desa Digital Pulau Seliu. Menurutnya, Kementerian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia mendorong desa wisata untuk memperkuat promosi potensi wisata yang dimiliki melalui sistem digitalisasi. “Desa wisata memang harus digitalisasi bagaimana mau promosi kalau masih menggunakan cara yang konvensional,” tegasnya.

Menurut dia, Kemenko Perekonomian Republik Indonesia menargetkan pembentukan desa wisata digital di Indonesia hingga tahun 2024 mencapai sebanyak 244 desa. “Saat ini sudah ada 205 desa wisata digital di Indonesia yang dibentuk jadi sisanya masih sekitar 30 desa,” ujar pria berkaca mata itu.

Asdep yang juga Personil Trio Libels itu menambahkan, melalui digitalisasi maka promosi potensi pariwisata suatu desa wisata jangkauannya dapat lebih luas serta menyasar semua kalangan. “Misalnya dengan membuka “website” maka orang di manapun bisa mengetahui apalagi ada “virtual tour” seperti di Peramun, misalnya orang di Amerika tidak perlu berkunjung ke sini dulu mereka lihat mana yang bagus kalau tertarik mereka bisa langsung datang,” kata peraih gelar Doktor Ekonomi di Bidang Manajemen Keuangan itu.

Selain itu, setelah dia melihat beberapa produk UMKM di Belitung di Gelery UMKM dan meninjau beberapa lokasi UMKM Belitung bahwa produk Belitung banyak dilihat orang luar Belitung, tentunya dia mengapreasiasi Pemkab Belitung menyediakan Galeri untuk pelaku UMKM Belitung . “Saya dengar di Galeri ini melakukan penjualan secara online, nah nah bagaimana disini juga bisa menyalurkan produk UMKM dijual secara online,” sebutnya.

Kata Dr. Rizal Edwin Manansang, tidak cukup hanya sampai menjual di “platform digital” tetapi Pemda dan Pemerintah Pusat bisa membina pelaku UMKM agar bisa meningkatkan kualitas, kuantitas dan kapasitas produknya.

Biasanya UMKM, setelah adanya produk dibeli orang, dan datang lagi permintaan, tentunya jika permintaan lebih banyak dari kapasitas dan tidak bisa memenuhi. Maka harus ada kerja sama antara UMKM dengan produk sejenis, sehingga bisa menyediakan stok barang yang cukup,” tandasnya. (dod/adv)