Asisten Manager PT Rebinmas Gelapkan Pupuk Karena Butuh Uang Tambahan

by -
Asisten Manager PT Rebinmas Gelapkan Pupuk Karena Butuh Uang Tambahan
Tersangka Martahan saat digiring ke Sel Mapolres Belitung.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Diduga hendak menggelapkan pupuk milik perusahaan perkebunan sawit PT Rebinmas, pria bernama Martahan Sihombing (31) asal Medan Sumatera Utara, diamankan Satreskrim Polres Belitung.

Akibat perbuatannya, dia sudah ditahan di Mapolres Belitung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Senin (24/5). Sebab pria yang menjabat sebagai asisten manager PT Rebinmas tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasatreskrim Polres Belitung AKP Chandra Satria Adi Pradana mengatakan, sebelumnya tersangka telah dilaporkan oleh pihak perusahaan PT Rebinmas lantaran diduga menggelapkan beberapa karung pupuk.

Setelah mendapat laporan tersebut, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi dan mengamankan tersangka. Lalu Martahan dibawa ke Mapolres Belitung untuk dilakukan pemeriksaan.

“Dia mengakui perbuatannya. Saat ini tersangka sudah ditahan. Dalam kasus ini kita kenakan Pasal 372 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Tentang Penggelapan,” kata AKP Chandra, Kamis (27/5).

Sementara itu, Martahan Sihombing mengakui perbuatannya. Dalam kasus ini ada kurang lebih delapan karung pupuk milik perusahaan yang hendak dijual. Dia nekat melakukan hal tersebut lantaran butuh uang untuk tambahan kebutuhan sehari-hari.

Namun sebelum pupuk ini dijual, dia terlebih dahulu ditangkap polisi. Sihombing menjelaskan, sebelum dia menggelapkan pupuk ada seseorang yang berinisial MU berpesan ke dia.

“Waktu sebelum kejadian, pria berinisial MU (rekan kerjanya) bilang, bos kalau ada pupuk bagi ke saya. Nanti saya kasih uang rokok dan bensin,” kata Martahan kepada Belitong Ekspres.

Setelah itu, pada hari Sabtu (20/5) lalu, dia menugaskan anak buahnya untuk melakukan pemupukan. Saat itu, pupuk yang dikeluarkan sebanyak 56 karung. Namun yang terpakai hanya 48 karung.

“Lalu tanpa panjang, saya perintahkan kepada operator, tunggu MU. Saat MU datang, saya langsung memerintahkan untuk mengamankan sejumlah karung pupuk sisa yang dikeluarkan. Kemudian saya tinggalkan dan pergi,” sebutnya.

Lalu keesokan paginya, security perusahaan sudah menunggu di area lokasi kejadian dengan kondisi pupuk masih ada di tempat. Setelah itu Martahan dilaporkan ke Polres Belitung.

“Dalam hal ini saya merasa tidak mencuri pupuk, karena pupuknya masih ada. Saya juga tidak pernah menerima uang hasil penjualan pupuk,” pungkas Martahan (kin)