ASN Dilarang Nyalon, Kecuali…

by -
ASN Dilarang Nyalon, Kecuali...
Ilustrasi ASN

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Yuspian menegaskan adanya larangan bagi ASN untuk mencalonkan diri atau dicalonkan sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati.

Kecuali ASN menyatakan mundur dengan mengajukan permohonan pengunduran diri sebelum tahapan pencalonan sebagai Bupati dan Wakil Bupati dimulai.
Hal ini dikonfirmasi Belitong Ekspres, mengingat salah satu bakal calon Wakil Bupati Beltim masih berstatus ASN Pemerintah Provinsi Bangka Belitung.

“Pak Anca (bakal calon) itu statusnya bukan sebagai pegawai Beltim, beliau itu pegawai Pemprov. Jadi secara proses, BKPSDM Provinsi yang memprosesnya. Kalau ketentuan secara umum, prosesnya cepat untuk pensiun. Yang penting yang bersangkutan pada waktu mencalonkan diri sebagai syarat pemberkasan menyatakan mengundurkan diri,” ungkap Yuspian, pekan lalu.

Dijelaskan Yuspian, sebagai ASN tentu terikat pada peraturan kepegawaian. Antara lain larangan menjadi anggota parpol atau berpolitik praktis.
“Jadi kalau mau terjun ke politik, harus berhenti. Kapan berhentinya, sejak yang bersangkutan menyatakan berhenti sebagai PNS. Ada pernyataannya dan itu digunakan pada saat mau pencalonan,” kata Yuspian.

Soal kapan penetapan pensiun ASN setelah mengajukan pengunduran diri, Yuspian menyatakan ada kewenangan sesuai golongan pangkat yang bersangkutan. Namun proses tersebut tidak terlalu lama, apalagi diperlukan untuk syarat pencalonan yang waktunya terbatas.

“Prosesnya tidak lama, yang sudah-sudah kalau tidak ada kendala teknis. Artinya cepat dalam waktu kurang dari 1 bulan sudah keluar (pensiun). Palingan sekarang kendala pandemi covid, kita agak terkendala komunikasi langsung tidak bisa dilakukan hanya via telpon atau online,” jelas Yuspian.

Di dalam aturan kepegawaian, pensiun diri disebut dengan pensiun atas permintaan sendiri. Artinya berhenti sebagai ASN ketika masa kerjanya belum mencapai batas usia pensiun 58 tahun atau maksimal 60 tahun bagi eselon II keatas.

“Pensiun yang bersangkutan tetap mendapat gaji pensiun tapi syaratnya masa kerja sudah cukup. Usia diatas 50 tahun atau masa kerja diatas 20 tahun dia berhak mendapatkan pensiun. Kalau dibawah itu tidak dapat,” ujar Yuspian.

Adapun besaran pensiun bagi ASN yang mengundurkan diri relatif lebih kecil bila dibandingkan dengan pensiun mencapai di batas usia pensiun. Bagi ASN yang telah mengajukan mengundurkan diri sebelum batas usia pensiun, maka tidak lagi dapat menarik diri meskipun gagal mencalonkan diri atau berniat menunda kembali proses pensiun.

“Dalam kami (kepegawaian) statusnya tidak boleh ditarik lagi jika sudah mengajukan maka itu sudah berhenti. Misalnya pada saat mendaftar ternyata dinyatakan tidak lolos, maka tetap tidak bisa ditarik kembali pengunduran diri yang bersangkutan,” pungkasnya. (msi)