Astaga, Belasan Penumpang Gagal Check In

by -

*Semoga Tak Terjadi Lagi, Pihak Sriwijaya Nyatakan Status Refund

FOTO A- penumpang gagal check in

Foto A: agung cn/be
HARUS SABAR: Para penumpang saat berada di bandara sembari menunggu barang-barang.

TANJUNGPANDAN-Apa yang dialami belasan penumpang Sriwijaya Air rute Tanjungpandan (TJQ)-Jakarta (CGK) lanjut ke Jogjakarta ini semoga tak akan menimpa penumpang lain di kemudian hari. Sebab, meski kode booking tiket sudah keluar, namun para calon penumpang yang kesemuanya mahasiswa KKN UGM Jogjakarta ini gagal berangkat pada jadwal yang sudah diboking melalui pembelian tiket online. Jadi, mereka gagal check in karena petugas dari maskapai tak bisa memprosesnya.
Peristiwa ini terjadi pada Senin (1/9), lalu sekitar pukul 10.00 WIB untuk jadwal pesawat sekitar pukul 12.00 WIB berangkat dari Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan. Kondisi panik bercampur gelisah nampak terlihat pada belasan anak muda yang tentu sudah kangen dengan keluarga dan kampung halaman setelah dua bulan melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di wilayah Membalong. Para mahasiswa harus mondar-mandir dari konter check in dalam bandara ke konter customer service (CS) Sriwijaya Air di teras bandara.
Dan usut-punya usut, keterangan dari Maskapai Sriwijaya Air menyebutkan, status tiket dalam sistem komputer ternyata refund, yang artinya alias tiket sudah dibatalkan dan oleh pemesan akan diambil kembali pembayarannya. “Ndak tahu, Mas ini baru kita urus terus. Katanya ndak bisa check ini,’’ ujar Mirza, Koordinator mahasiswa KKN UGM kepada Belitong Ekspres sembari mondar-mandir berama sejumlah rekannya mengurus kekacauan ini.
Belitong Ekspres yang memantau kejadian di Bandara, melihat beberapa mahasiswa yang membawa kertas tiket berlogo salah satu penjualan tiket online ternama, nampak sibuk menelepon ke alamat pemesanan tiket. Sementara pihak petugas CS kepada Belitong Ekspres menyatakan, agar penumpang meminta keterangan kepada tempat pembelian tiket.
Hingga akhirnya sekitar pukul 12.00 WIB, ada informasi para penumpang dapat informasi bisa berangkat sore hari ke Jakarta. Sayangnya, penumpang tidak puas dengan keputusan trersebut lantaran tiket koneksi (connecting) Jakarta-Jogja sudah dibeli juga melalui pembelian tiket online. Ada kabar, tiket koneksi ke Jogja juga akan diurus oleh Sriwijaya Air dari yang sebelumnya menggunakan maskapai lain.
Entah apa yang terjadi, akhirnya belasan calon penumpang ini pun tak jadi berangkat pada jadwal sore harinya, Senin lalu. Dan mereka pun terpaksa harus menginap semalam lagi sebelum berangkat keesokan harinya bisa berangkat. “Iya memang besoknya (Selasa pagi,red) baru berangkat ke Jakarta,’’ ujar salah satu warga Membalong yang mendampingi mahasiswa KKN UGM ini, kepada BE.
Sementara itu, District Manager Sriwijaya Air Tanjungpandan, Haryanto kepada Belitong Ekspres, Rabu (2/9), kemarin membenarkan adanya peristiwa tersebut.  “Tiket itu saat check ini statusnya refund, jadi sistem komputer kami tak bisa memprosesnya,’’ ujar Haryanto melalui jaringan telepon seluler.
Menurut dia, apa yang terjadi seputar check ini dikendalikan melalui sistem komputer. Dan dirinya yakin sistem komputer di Sriwijaya air sangat valid. Dengan begitu, data boking penumpang termasuk adanya pergeseran jam terbang atau jadwal terbang, pasti akan kelacak di sistem komputer maskapai.
Dengan tak bisanya diterima saat check ini, maka otomatis nama penumpang tak akan ada di daftar manifes penumpang. “Jadi statusnya itu lah, refund, jelas itu,’’ tukasnya.
Haryanto menyatakan, pihak Sriwijaya Tanjungpandan sudah menawari kepada para penumpang untuk membeli tiket kembali dengan harga murah. Namun, penawaran ini ditolak para penumpang tersebut. “Iya keesokan harinya (selasa pagi,Red) berangkat,’’ ujar Haryanto singkat.
Dia tak mau berkomentar soal adanya kemungkinan kesalahan di sistem pembelian tiket online. Yang jelas, sejumlah sumber dari pelaku travel dan ticketing di Bandara menyatakan, bisa jadi pembeli saat transaksi mengklik fitur-fitur tertentu tanpa sadar. Termasuk saat mengklik pada fitur refund, jadi tiket tak bisa dipakai lagi, meski sudah ada kode bokingnya.
“Namanya sistem komputer, bisa saja salah klik satu digit saja bisa gagal atau salah hasilnya,’’ ungkap praktisi tiket di Bandara.(agu)