Astaga!, Pasar Baro Buat Lokasi Pesta Seks?

by -

*2 Orang Pria dan 1 Wanita Diamankan dari Lokasi

Tiga orang satu di antaranya wanita diamankan dari lokasi Pasar Baro oleh Satpol PP Belitung
Tiga orang satu di antaranya wanita diamankan dari lokasi Pasar Baro oleh Satpol PP Belitung

TANJUNGPANDAN-Tiga orang satu di antaranya wanita ditangkap Pol PP saat pesta mengkonsumsi obat batuk dan aibon. Mereka tangkap di Kawasan Pasar Baro Kelurahan Pangkallalang, yang posisinya tak jauh dari pasar sore tersebut, Kamis (28/4) dini hari.

Ketiganya di amankan setelah mendapat laporan dari masyarakat yang resah dengan adanya aktivitas anak muda-mudi ini. lebih parah lagi, informasinya lokasi itu dijadikan sebagai ajang seks bebas bagi para pekerja yang berada di lokasi itu.

Tiga orang ini yang digaruk petugas adalah Sony, Yuli dan Anton. Ketiganya masing-masing tinggal di Kawasan Tanjungpandan. Bahkan lebih parah lagi, wanita ini ditinggal suaminya lantaran masuk penjara, akibat kasus pemukulan.

Kasatpol PP Kabupaten Belitung Alkar mengatakan, awalnya dirinya mendapat informasi dari salah satu tokoh agama di Belitung tentang adanya aktivitas negatif tu. Setelah dicek ternyata didapati puluhan pemuda mengkonsumsi aibon.

“Setelah itu, sergap dan kita hanya mendapat tiga orang ini di tempat pembuatan kapal. Setelah itu, kita amankan tiga orang ini dan didata,” ujar Alkar kepada Belitong Ekspres, Jumat (29/4) kemarin.

Dijelaskan Alkar, dirinya menyayangkan adanya peristiwa ini. Sebab, ia baru mengetahui lokasi itu sering dijadikan pesta seks bagi para pekerja yang berada di tempat itu. Bahkan informasinya tiap malam banyak wanita minta uang kepada para pekerja.

“Ini kami mendengar langsung dari keterangan mereka yang tertangkap. Selain itu juga kita sering mendengar informasi itu dari masyarakat dan warga sekitar,” kata Kasatpol PP Kabupaten Belitung ini.

Rencana hari ini (kemarin,red) Alkar akan mendatangi lokasi dan ke lurah setempat untuk meminta penjelasan tentang adanya tempat itu. “Kami akan cek langsung. Kita minta para pegawai itu, setelah itu kita akan usir mereka, sebab kedatangan para pendatang yang mayoritas dari Pulau Bangka ini, tidak memberikan contoh yang baik,” pungkasnya. (kin)