Astaga, Satpam Nekat Curi 11 Aki

*Pengepul Rongsok Juga Terseret Meski Awalnya Tak Ada Niat

foto B- tengah 1 satpam curi aki

SATPAM “PALSU”: Pelaku pencurian Erwin berkacamata (paling kanan), Karman (dua dari kiri)  dan Kapolsek Tanjungpandan saat menunjukkan barang bukti.

iklan swissbell

TANJUNGPANDAN-Kelakuan oknum satuan pengamanan (satpam)  PT Sri Yudha Alamsari  di Air Raya, Tanjungpandan bernama Erwin (46) Warga Jalan Dr Susilo RT 9 RW 4 Paal, ini sudah sangat keterlaluan. Sebagai satpam yang seharusnya bertugas mengamankan aset pabrik karena memang digaji untuk tugas itu, tapi oknum Satpam ini  malah mencuri.
Atas kelakukannya, Erwin akhirnya harus mempertanggungjawabkan kelakukannya di hadapan petugas kepolisian, Polsek Tanjungpandan. Bersama Erwin, seorang tukang rongsok (pengepul barang bekas)  Karman (48) pendatang yang tinggal di Air Raya, akhirnya harus ikut terseret dalam kasus ini. Sebab, meski tak ada unsur kesengajaan dan niatan mencuri, namun Karman tetap harus berurusan dengan Polisi.
Peristiwa pencurian sendiri terjadi pada Kamis (10/9) malam lalu. Sementara tak lama, tak sampai sehari, kedua pelaku ditangkap polisi  di rumah masing-masing Jumat (11/9), kemarin.
Kapolsek Tanjungpandan Kompol Abdul Azis mengatakan, sebelum kejadian Erwin sempat bertemu Karman, saat dia menjaga pabrik tersebut. “Karman ini merupakan pedagang rosok di Tanjungpandan. Saat itu dirinya ditawari Erwin sejumlah aki dengan harga Rp 75 ribu per aki. Setelah itu, keduanya setuju dengan harga tersebut,” ujar Kompol Azis.
Lantas, Karman menanyakan, di mana aki tersebut berada. Dan Erwin menunjukan aki itu berada di dalam gudang. Setelah itu, keduanya menuju ke gudang. Setiba di gudang, Erwin meminta Karman untuk mencongkel pintu gudang.
“Setelah berhasil dicongkel mengunakan linggis, keduanya akhirnya membawa 11 aki ini dan menaruhnya di dalam gerobak rongsok. Setelah transaksi, baru Karman pergi meninggalkan gudang tersebut,” katanya.
Keesokan harinya, Jumat (11/9) kemarin, pengawas pabrik tersebut dikejutkan dengan adanya bekas congkelan di bagian pintu gudang pabrik. Setelah dicek, aki-aki yang berada di dalam gudang telah raib.
“Setelah itu, pengawas pabrik melaporkan kejadian ini ke Polsek Tanjungpandan. Kita baru dapat mengetahaui pelaku, melalui CCTV yang ada di dalam pabrik tersebut,” jelasnya.
Mengetahui pelaku adalah pegawai pabrik tersebut, polisi langsung mencari Erwin dan akhirnya tersangka berhasil diamankan di rumahnya. Setelah itu, dikembangkan lagi kasusnya sehingga Polisi juga menangkap Karman.
“Kedua pelaku saat ini sudah diamankan. Selain pelaku kami juga mengamankan barang bukti berupa motor bentuk gerobak yang digunakan Karman untuk mengangkut barang hasil curiannya, 11 aki dan linggis buat mencongkel,” tuturnya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuataannya kedua pelaku dikenakan Pasal  363 Ayat 1 ke 3,4 dan 5. “Yakni pelaku melakukan perbuatannya pada malam hari, dengan cara merusak dan dilakukan lebih dari satu orang. Ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” pungkasnya.
Sementara itu, Karman mengaku menyesal membeli aki kepada Erwin. Menurutnya, ia tidak mengetahui kalau aki yang dia beli adalah barang curian. “Saya benar-benar tidak tahu kalau barang itu curian. Saya percaya saja, sebab dia satpam yang bekerja di tempat itu. Jadi saya tidak ada rasa curiga,” katanya.
Terpisah, Erwin dirinya mengakui semua perbuatannya. Dia nekat melakukan perbuatan tersebut lantaran terdesak ekonomi. Menurutnya, uang hasil curiannya diberikan kepada istrinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Uang sebanyak kurang lebih Rp 800 ribu dari Karman, sudah aku berikan kepada Istri saya. Saat ini uangnya dipegang istri,” ujar Erwin kepada Belitong Ekspres, di hadapan Kapolsek Tanjungpandan dan penyidik.(kin)

Baca Juga:  Ahli Geologi: Itu Bukan Fenomena Gempa Bumi
Rate this article!
Tags:
author

Author: