Atet Ditemukan Sudah jadi Mayat

by -

*Tiga Hari Menghilang Saat Mancing Di Desa Lassar Membalong

foto A ok

Foto: Tim bangunan saat mengevakuasi mayat Loyuntet alias Atet dari perairan laut Desa Perepat, Kecamatan Membalong, Selasa (29/3) kemarin.

TANJUNGPANDAN- Tim Gabungan yang terdiri dari Polsek Membalong,Basarnas Belitung, TNI AL dan Relawan Masyarakat Pulau Lebong, akhirnya berhasil menemukan mayat Loyuntet alias Atet (55) di Perairan Perpat, Selasa (29/3) kemarin. Sebelumnya korban dikabarkan hilang saat mancing di laut Dusun Batu Mana Desa Lassar Membalong, Minggu (27/3) lalu.Berdasarkan informasi yang dihimpun Belitong Ekspres, korban bersama adiknya Acin (50) pergi ke lokasi, dari kediamannya di Kawasan Pilang. Setiba di lokasi banyak masyarakat memancing bebulus, namun saat kondisi sudah mulai gelap lantaran hujan. Adik korban naik ke darat, sedangkan ia masih mencari ikan dan beberapa saat kemudian dikabarkan sudah hilang tenggelam.
Setelah menerima laporan hilangnya korban, pihak kepolisian dan masyarakat langsung pencarian terhadap korban. Pencarian sempat dilakukan selama dua hari. Akhirnya, korban berhasil ditemukan Tim Gabungan, di perairan Perpat.Kapolsek Membalong AKP Robby Ansyari membenarkan adanya penemuan itu. Kata Kapolsek Korban ditemukan Tim Gabungan, sekitar Pukul 11.15 WIB kemarin. Dijelaskan Kapolsek Membalong, tidak ada indikasi kekerasan dalam mayat ini.”Dugaan, korban murni tengelam dan hilang. Kemungkinan pada saat itu, korban hendak ke darat. Namun, cuaca saat itu gelap akhirnya korban salah arah dan menuju ke tengah laut, hingga akhirnya tenggelam,” ujar Kapolsek Membalong, kepada Belitong Ekspres.
Sementra itu, relawan Pulau Lebong Toto Sun mengatakan, dirinya membantu pencarian ini dengan mengerahkan dua unit speed boat. Saat itu, dirinya beserta rombongan melakukan pencarian ke lokasi.
“Sekitar pukul 11.15 WIB, korban berhasil ditemukan. Jaraknya sekitar tiga kilometer dari lokasi kejadian. Saat itu, korban sudah terbujur kaku di perangkap ikan milik nelayan,”kata Toto.
Diungkapkan Toto, kendala utama pencarian ini adalah kondisi laut yang surut sehingga menyulitkan kapalnya untuk melintas. Dijelaskan kembali Toto, dirinya saat mencari korban melaju dengan kecepatan rendah.
“Kedalam hanya mencapai satu meter. kendala yang sangat berat, saat melintasi karang-karang. Dan kami bersyukur akhirnya mayat tersebut berhasil kita temukan,” pungkasnya. (kin)