Awas Hutan Maras!

by -

//Sudah 40 Ha Dilalap Jago Merah (kick)

JAGO MERAH di musim kemarau kali ini makin tak terkendali.  Setelah melahap kawasan hutan bahkan bangunan eks PT Koba Tin di Bangka Tengah (Bateng), kali ini giliran Hutan Maras di Riau Silip, Bangka, dilahap pula.

SAYANGNYA, upaya aparat dan masyarakat untuk menjinakkan jago merah di kawasan hutan konservasi Gunung Maras ini menemui hambatan yang cukup krusial.  Yaitu tidak ada akses kendaraan untuk masuk ke wilayah yang terbakar di areal tersebut.   Akibatnya dapat ditebak, jalaran api pun terus meluas melahap pohon dan ranting serta dedaunan yang kian mengering.
Camat Riausilip, H Syafarudin kepada Babel Pos, Kamis (17/9) menyatakan, pihaknya bersama Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana SIK  telah meninjau langsung lokasi kebakaran.  “Sampai saat ini (siang kemarin-red) api belum bisa dijinakan karena kondisi wilayah.  Namun kita terus berupaya dibantu masyarakat, anggota Polsek Riausilip serta petugas dari Dinas Kehutanan Kabupaten Bangka untuk memadamkan api secara manual,” terangnya.
Sebenarnya lanjut Syafarudin, mobil Damkar sudah disiagakan di sekitar lokasi.  Namun karena kondisi wilayah tidak ada akses jalan kendaraan, maka Damkar pun tanpa bisa berbuat banyak.  “Berdasarkan informasi yang kita dapatkan,  akan didatangkan personil Dalmas dari Polres Bangka untuk membantu menjinakan api.  Kondisi cuaca dan angin kencang serta akses yang cukup sulit, maka kita hanya bisa berupaya secara manual untuk mengatasinya,” tandasnya.
Di sisi lain,  Kapolsek Riausilip AKP Samsul Bagja yang turun ke lokasi bersama anggota dan warga mengakui hal yang sama.  Sampai saat ini ujarnya, ketinggian lokasi yang terbakar lebih kurang 125 meter dpl.  Untuk luas wilayah yang terbakar diperkirakan mencapai 40  hektar.
“Sementara tim mengalami kesulitan karena akses untuk titik api hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki.  Untuk peralatan yang digunakan saat ini, tim hanya mengunakan tangki yang biasa untuk digunakan petani untuk menyemprot racun.  Selain itu tim harus berjalan kaki dari kaki bukit dengan jarak tempuh sekitar 3 kilometer,” terangnya.
Meski demikian, upaya Menindaklanjuti saran dari Komisi C DPRD Bangka, Pemerintah Kecamatan Belinyu akan mengirim surat kepada Pemkab Bangka untuk menyiagakan pasukan Pemadam kebakaran di kecamatan tersebut.  Hal ini untuk mengantisipasi kemarau panjang, sehingga makin rawan bahaya kebakaran.
Dikatakan Camat Belinyu, Asli BA kepada Babel Pos Kamis ( 17/9), secara lisan permintaan ini telah disampaikan.  ”Namun secara resmi kami akan menyurati Pemkab Bangka.  Kita meminta bantuan agar mobil  Damkar untuk standby di Kecamatan Belinyu dalam membantu mengatasi apabila terjadi kebakaran baik di Kecamatan Belinyu maupun Riausilip,” tukasnya.
Di tempat berbeda, kebakaran lahan kosong kembali terjadi di jalan raya Desa Batu Rusa Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka, sekira pukul 13.30 WIB, Kamis (17/9).  Kebakaran lahan terjadi di lahan kosong seluas 1 hektar milik  Aon  ini diduga berasal dari pengendara kendaraan yang membuang puntung rokok sembarangan.(joi/dee)