Awas, Lakalantas yang Akibatkan Tewas

by -

*Bisa Pengaruh Minuman Keras, Angka Menainggal Dunia Tinggi

foto A- kapolres sos badau

Foto A: ainul yakin/be
Kapolres  Belitung AKBP Candra Sukma Kumara saat memberikan pemaparan kepada masyarakat tentang kamtibmas, termasuk soal lalu lintas.

BADAU-Penyebab utama tindak pidana kriminal, maupun kecelakaan maut di Belitung, salah satunya bisa berawal dari pengaruh minuman keras (miras). Hal tersebut disampaikan Kapolres Belitung AKBP Candra Sukma Kumara, dalam paparannya dihadapan tokoh masyarakat, saat acara tatap muka bersama warga Badau  di Aula Kecamatan Badau, Kamis (26/2) kemarin.
Kapolres menjelaskan panjang lebar  tentang kriminalitas di Belitung. Saat ini, kasus pencurian dengan pemberatan (curat) , cenderung dilakukan pada malam hari. Di tahun 2014 hingga memasuki Februari 2015 ada sekitar 65 kasus.
“Rata-rata para maling tersebut, melancarkan aksinya pada malam hari, saat pemilik rumah dan kondisi tidur pulas. Selain itu, pada saat kondisi rumah ditinggal pemiliknya. Di situlah para maling tersebut melancarkan aksinya,” ujar Kapolres.
Untuk mencegah hal tersebut tidak terjadi di kawasan Badau, Kapolres meminta tiap desa membuat pos kamling. Tujuannya agar warga sekitar pada melakukan patroli, untuk mengamankan kampungnya.
“Dengan adanya pos kamling, maka maling akan berpikir dua kali, untuk melakukan pencurian, apalagi malam hari. Selain itu, kegiatan ronda juga dapat mempererat tali silaturrahmi antar warga,” kata Kapolres.
Selain Curat, laka lantas di Belitung juga relatif tinggi. Dari tahun 2014 hingga Februari 2015 ada sekitar 24 lebih kejadian. Namun, yang meninggal malah melebihi angka kecelakaan lalu lintas tersebut. “Saat ini yang laporan yang saya terima 24 kejadian, meninggal dunia 25 orang. Jadi bisa diperkirakan, setiap kecelakaan di Belitung pasti ada yang meninggal dunia (MD),”  tutur Kapolres.
Penjebab utama kecelakaan di Belitung, disebabkan kurang berhati-hatinya masyarakat dalam berlalu lintas. Selain itu, banyak masyarakat melanggar tata tertib lalu lintas, seperti tidak mengunakan helm dan melaju dengan kecepatan tinggi.
“Seperti contoh peristiwa kecelakaan beruntun di Perawas, hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Itu berawal dari salah satu pengendara, lalu truk menghindari motor tersebut, dan terjadilah tabrakan beruntun, hingga akhirnya menyebabkan korban meninggal dunia,” ucapnya.
Selain itu, banyaknya kecelakaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia, disebabkan pengaruh minuman keras. “Hal tersebut, terbukti saat anggota hendak menolong korban tersebut, dalam tubuhnya  bau minuman keras. Setelah itu, korban meninggal dunia,” ujarnya kembali.
Untuk mencegah hal tersebut tidak terjadi atau bisa di minimalisir, Kapolres menghimbau kepada masyarakat Badau, agar tertib berlalu lintas. “Gunakan helm standar saat berkendara, serta taati peraturan lalu lintas. Serta jika dalam kondisi mabuk, jangan mengendari kendaraan bermotor,” pungkasnya.
Sementara itu, Camat Badau Camat Marzuki menyambut positif kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturrahmi bagi warga. “Mereka biasanya sibuk, ditempat ini mereka bisa berkumpul,” ujar Camat Badau.

Selain itu, Camat meminta agar kegiatan sperti ini rutin digelar, agar menambah wawasan. “Sehingga para warga bisa waspada dengan kejahatan yang belakangan ini terjadi,” pintanya. (Kin)