Awas Modus Penipuan Minta Proyek

by -

*Kadindikbud Dicatut, Dari Sumber HP: 0811843338

TANJUNGPANDAN-Informasi ini bisa dijadikan peringatan bagi setiap pejabat daerah atau Kepala Dinas di SKPD Kabupaten Belitung agar senantiasa mawas diri. Pasalnya, belakangan, khusus di Kabupaten Belitung banyak sejumlah oknum tak dikenal memanfaatkan situasi dengan cara menggunakan modus yang mengatasnamakan diri sebagai Kepala Dinas.
Seperti pengakuan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Belitung Irfani Mauran kepada Belitong Ekspres Kamis (23/4) kemarin di Kantor Dindikbud. Mantan pendidik SMK ini menuturkan, pada saat itu dirinya mendapat telepon dari Kepala Sekolah MTS dengan tujuan meminta kejelasan soal kebenaran adanya jatah proyek di Dindikbud oleh orang yang mengatasnamakan dirinya sebagai Kepala Dinas Pendidikan.
“Pak Kadis (Irfani maurani,red). Maaf saya mau tanya, apa benar ada jatah proyek dengan nilai Rp50 juta untuk kami di sekolah MTS ini?” tutur Irfani mengutip pertanyaan Kepsek MTS itu.
Irfani mengatakan, dirinya sama sekali tidak pernah menjanjikan adanya sebuah proyek di sekolah MTS. Apalagi, harus meminta uang jutaan rupiah sebagai deal proyek.
“Jadi, untuk mendapatkan proyek dari Dindikbud yang senilai Rp50 juta itu, harus membayar uang administrasi sebesar Rp3,5 juta dan di setorkan langsung ke orang yang mengaku dirinya sebagai Kepala Dinas itu,” beber Irfani.
Lantas, Irfani menelepon kembali Kepsek MTS meminta nomor telepon yang bersangkutan alias yang mengatasnamakan dirinya sebagai Kadindikbud itu.
“Saat saya telepon orang itu (oknum yang mengatasnamakan Kadindikbud,red). Saya langsung tanya. Uangnya di kirim dinomor rekening mana?,” tanyanya untuk memancing identitas orang tersebut.
Namun, karena sudah naik pitam. Irfani akhirnya berkata agak sedikit keras dan meminta agar jangan sekali-kali mencoba mengulangi cara seperti itu. “Saya langsung marah dan meminta agar jangan sampai mengulangi aksi tersebut,” terangnya.
Selang beberapa menit kemudian, tiba-tiba muncul lagi telepon dari Kepala SMP Yaperbel, pun mengaku mendapat jatah proyek bangunan. Namun, harus dikonfirmasikan terlebih dahulu kepada Kadindikbud.  “Dan sore ini (Rabu 23/4 sore kemarin,red)
Saya dapat telepon lagi dari Kepala SMPN 3 Sijuk dengan modus serupa. Jadi, sudah ada tiga sekolah yaitu MTs Negeri Tanjung Pandan, SMP Yaperbel dan SMP Negeri 3 Sijuk,” sebutnya.
Irfani meminta, kepada pihak media agar mempublikasikan nomor HP oknum dari salah satu nomor HP ini (0811843338,red). “Dan saya memang sengaja belum melaporkan kejadian ini ke Polisi,” tukasnya. (mg2)