Awasi Hibah dan Bansos!

by -

PANGKALKPINANG-Sadar akan seringnya penyalahgunaan dana hibah maupun dana sosial untuk kepentingan kampanye setiap moment Pilkada terutama oleh kandidat incumbent, Gubernur Bangka Belitung (Babel) Rustam Effendi pun bersiap melototi setiap anggaran yang akan disalurkan.
“Pengawasan ini untuk mencegah penyelewengan untuk kepentingan kampanye oleh peserta pilkada di Kabupaten Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, dan Belitung Timur,” kata Rustam Jumat (17/4) kemarin.
Ia menjelaskan pengawasan ini berdasarkan surat edaran Mendagri tentang pembatasan ruang gerak kepala daerah menggunakan dana hibah.”Peserta pilkada tahun ini untuk tidak memanfaatkan dana hibah dari APBD atau APBN untuk membiayai program atau kegiatan kampanye yang menguntungkan pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah tersebut,”ujarnya.
Meskipun ada komitmen dari peserta pilkada tahun ini untuk tidak menggunakan dana sosial itu, kata dia, namun potensi penyelewengan untuk kepentingan kampanye pribadinya tetap ada.”Biasanya, peserta pilkada incumbent yang cukup rawan menggunakan dana hibah ini untuk berkampanye menarik simpati masyarakat,” ujarnya.
Pada tahun ini, kata dia, dana hibah yang berasal APBD dan APBN untuk kabupaten/kota mengalami peningakatan untuk mempercepat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, kata dia, diimbau bupati atau pejabat pemerintahan yang mencalonkan diri kembali pada pilkada ini untuk tidak menggunakan bantuan dana hibah dan sosial kepada masyarakat.”Jika ditemukan pasangan calon yang menggunakan dana hibah untuk kepentingan kampanyenya, tentu akan ditindak sesuai aturan yang berlaku,”ujarnya seraya berharap, peserta pemilu bersaing dengan sehat, jujur dan membangun kebersamaan agar pelaksanaan pemilu tahun ini berjalan dengan kondusif, aman, lancar.
Gubernur pun akan memantau langsung persiapan pilkada di empat kabupaten agar pelaksanaan pesta demokrasi berjalan baik dan kondusif.”Kami terus memantau dan berkoordinasi dengan Pemkab Bangka Barat, Bangka Tengah,Bangka Selatan dan Belitung Timur yang akan melaksanakan Pemilukada secara serentak,” kata Rustam.
Ia menjelaskan, kegiatan pemantauan ini untuk mengetahui kesiapan dalam penganggaran, pengamanan, kesiapan pemangku kepentingan (stakeholder) dan sarana serta prasarana lainnya, agar kegiatan pemilu ini berjalan sesuai perundang-undangan yang berlaku.Selain itu, pihaknya juga memantau validasi daftar pemilih tetap di empat kabupaten tersebut. “Sampai saat ini, proses dan tahapan pemilu berjalan dengan baik dan mudah-mudahan kondisi ini terus berjalan kondusif hingga pelaksanaan pesta demokrasi tersebut,”ujarnya.
Saat ini, kata dia, kondisi perpolitikkan nasional berkembang dinamis mempengaruhi lahirnya Undang-undang Nomor 8 Tahun 2014 tentang pelaksanaan pemilu serentak.”Pilkada tahun ini akan dijadikan sebagai parameter bagi pemerintah dalam melaksanakan pesta demokrasi tahun depan,”ujarnya. Untuk itu,dia mengajak semua pihak membangun kebersamaan untuk melahirkan pemimpin yang bermanfaat dan mengayomi kepentingan masyarakat, daerah dan bangsa ini.”Kita harus mampu melaksanakan pemilu yang baik dan sempurna, agar menghasilkan pemimpin-pemimpin daerah yang berkualitas dan mampu meningkatkan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat daerah ini,”ujarnya.(rb/ant)