Ayah Kandung Serahkan JE!

by -

* Buronan Pembunuh Hendi Akhirnya Menyerah
* Untung: Sebagai Orang Tua, Saya Merasa Bersalah

foto A
Untung Ayah Kandung JE, Salah Satu Tersangka Pembunuh Hendi yang Langsung Menyerahkan Anaknya ke Polsek.

SETELAH sebulan lebih menjadi buronan dalam kasus pembunuhan Hendi Pratama, anak baru gede (ABG), JE (17) akhirnya menyerah juga.  Ia diserahkan langsung oleh orang tua kandungnya, Untung ke Mapolsek Pangkalpinang, kemarin (27/5).

DENGAN, setelah AD (13) dan AL (15) yang sudah ditangkap sebelumnya, lengkap sudah 3 pelaku yang berhasil diamankan Polsek Taman Sari yang terlibat dalam kasus kematian Hendi.

“Berawal dari Hari Selasa kemarin (24/5), orang tua tersangka datang ke Polres Pangkalpinang, lalu Kapolres menyarankan anaknya untuk menyerahkan diri. Lalu Hari Rabu (25/5), orang tuanya menjemput anaknya ini ke Palembang. Dan hari ini (Kemarin.red), Hari Jum’at (27/5), orang tuanya membawa pelaku ke Polsek Taman Sari,” terang Kapolsek Taman Sari, AKP Febriandi Haloho kepada wartawan.

Sejak kejadian pembunuhan pada tanggal 22 April 2016 dan ditemukannya jenazah korban di kawasan hutan dekat Stadion Depati Amir pada tanggal 25 April 2016, JE langsung melarikan diri ke luar daerah. Palembang menjadi daerah pelariannya. Di sana pun JE tinggal berpindah-pindah tempat untuk mengaburkan lokasi persembunyiannya.

“Alasan dia lari karena memang ada ketakutan, ada rasa takut bersalah entah itu ditangkap atau perasaan tertekan. Selama di Palembang, dia pun tinggal berpindah-pindah tempat. Jadi kita lakukan pendekatan kepada orang tua pelaku agar anaknya bisa menyerahkan diri,” kata Kapolsek.
Merasa Bersalah
Sementara itu, dari ayah pelaku, Untung juga mengatakan adanya rasa bersalah dari keluarganya dengan kejadian pembunuhan tersebut. “Satu alasan saya menyerahkan anak saya ke polisi, karena sebagai orang tua merasa bersalah dan anak saya bersalah. Maka saya antarkan anak saya untuk mengikuti proses hukum,” kata dia.

Untung pun mengungkapkan permohonan maaf kepada pihak keluarga korban dan mengakui kelalaiannya dalam mengawasi sang anak. “Saya juga mohon maaf kepada keluarga korban karena saya kurang pengawasan terhadap anak. Sekali lagi saya mohon ampun kepada Allah dan keluarga korban, Ini akibat pengaruh lem aibon,” ujar Untung.

Sampai saat ini, JE pun masih menjalani pemeriksaan penyidik Unit Reskrim Polsek Taman Sari. Kapolsek sendiri menegaskan bahwa penanganan terhadap tersangka berdasarkan aturan hukum berlaku seperti KUHP dan Undang-Undang Perlindungan Anak.(aka)