Ayam Sekandang Mati Mendadak

by -

LUBUKBESAR – Ratusan ayam di Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah mati mendadak. Kejadian ini terjadi di RT 1 Desa Perlang. Diduga, matinya ayam tersebut karena faktor cuaca atau pancaroba. Sanim (54), salah satu peternak ayam mengaku takut jika ayam tersebut terjangkit virus flu burung.
“Pagi tadi saya dapati bahwa 30 ayam mati mendadak sekadang. Penyebabnya saya tak tahu pastinya apakah karena flu burung atau apa. Hanya saja belakangan ini, memang cuaca sering beralih mendadak dari panas ke hujan ataupun sebaliknya,” ujar Sanim kepada Radar Bangka seusai menguburkan bangkai ayamnya yang mati mendadak, Sabtu (18/4) kemarin.
Sanim pun sempat khawatir, jikalau penyebab kematian ayam-ayamnya tersebut disebabkan virus flu burung. Jika demikian, maka seharusnya Pemerintah segera melakukan penanggulangan secepatnya agar virus itu tidak mewabah hingga berdampak fatal bagi kesehatan manusia. Selain itu pula, dalam sepekan terakhir ini banyak anak kecil ataupun orang dewasa di Desa Perlang yang terserang flu, batuk, pilek dan demam tinggi. “Saya juga merasa takut kalau ayam-ayamnya tersebut mati akibat terjangkit virus flu burung. Takutnya kalau virus itu nantinya mengenai anak, cucu-cucunya dirumah, hingga masyarakat dilingkungan sekitar,” imbuhnya.
Terhadap bangkai ayam yang mati mendadak itu, dikuburkan oleh Sanim didalam lubang yang cukup dalam namun ada juga yang dibakar. “Kami masyarakat awam tak mengerti bagaimana cara menanggulangi virus yang menyerang ternak kami ini, pokoknya kalau ada ternak mati lalu kami bakar atau dikubur,” tukas Sanim.
Sementara Wakil Bupati Bateng, Ir. H. Patrianusa Sjahrun membenarkan bahwa dirinya sempat mendapatkan laporan warga Perlang sehubungan dengan ratusan ternak ayam yang mati mendadak itu. Sejauh ini, dirinya belum mengetahui penyebab pasti ayam tersebut mati oleh apa, namun pihaknya melalui dinias terkait akan turun terlebih dahulu kelapangan guna menyelidiki. “Saya meminta kepada Dinas Pertanian dan Peternakan serta Dinkes turun ke lokasi mendeteksi penyebab matinya ayam warga secara mendadak tersebut sebelum ayam-ayam warga semuanya habis. Selanjutnya, menindaklanjutnya jika memang ayam mati itu dikarenakan virus flu burung, maka harus cepat dilakukan tindakan pembasmian virus hingga tidak mewabah,” ucap Patrianusa.
Sedangkan pihak Dinas Pertanian dan Peternakan (DPP) melalui Kabid Peternakan, Edi Romdoni mengatakan pihaknya akan turun ke lapangan melakukan deteksi awal penyebab kematian ayam tersebut apa. Dirinya pun membenarkan, jika faktor cuaca ekstrim bisa jadi menyebabkan ayam warga mati mendadak. “Pada triwulan pertama tahun 2015, ini adalah laporan pertama. Kami pun belum bisa memastikan apa disebabkan virus atau cuaca ekstrim, yang jelas kita akan mengambil sample bangkai ayam dan meneliti baru kemudian menyimpulkan serta mengambil tindakan seperti apa,” tandas Edi.(and)