Ayo.. Kawal Rp18 M untuk RSUP

by -

PANGKALPINANG – Sebesar Rp18 miliar dana dari APBN tahun 2015 dialokasikan untuk Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) guna menunjang operasional rumah sakit  berikut alat-alat kesehatan sehingga dapat menuju Grade B.
Anggota Komisi IV DPRD Babel Rina Tarol mewanti-wanti agar besaran dana tersebut dapat digunakan semestinya, dan bukan sebaliknya menjadi lahan bagi oknum-oknum yang menjadikannya proyek semata.
“Dari dana APBN Rp18 miliar untuk rumah sakit provinsi, Rp11 miliar untuk rumah sakit umum Belitung, persiapan menjadi rumah sakit rujukan. Kita akan kroscek ke lapangan untuk melihat realisasi anggaran yang sudah dikucurkan selama ini. Jangan sampai anggaran itu tumpang-tindih. Jangan sampai yang dianggarkan itu-itu saja. Karena yang sudah dianggarkan dulu tidak bisa berjalan, harus dianggarkan lagi agar bisa beroperasi,” ujar Rina kepada wartawan, Selasa (31/3) kemarin.
Terkait dugaan korupsi di tubuh RSUP Babel, Rina berharap dapat dituntaskan kasus hukumnya sesuai aturan yang ada. “Kita berharap, pihak-pihak yang terkait dapat fokus menyelesaikan permasalahan soal anggaran itu, agar rumah sakit itu bisa berjalan dengan baik. Jangan digantung-gantung permasalahan kasus ini. Kalau memang tidak bersalah, bilang tidak bersalah. Yang tidak bersalah bilang tidak bersalah,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.
Wakil Ketua bidang kesehatan DPD PDI Perjuangan Provinsi Babel itu pun menyampaikan, pekan depan, Komisi IV DPRD Babel akan mengkroscek langsung ke lapangan. Karena, alat kesehatan yang sudah dianggarkan dulu, tidak bisa digunakan dengan baik. Seperti alat Scan dan lainnya.
Ia pun menambahkan, setelah adanya pertemuan LKPj (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban) penggunaan APBD Provinsi Babel tahun anggaran 2014 dengan pihak RSUP Babel, diketahui hanya 300 pasien saja yang terlayani oleh RSUP Babel.
“300 pasien setahun. Tapi, direktur sudah siap, ia berkomitmen dengan BPJS di RSUP Babel tahun 2015, pasien rawat inapnya akan meningkat dan bukan lagi puskesmas besar namun benar-benar rumah sakit rujukan provinsi. Mari kita kawal bersama-sama, agar rumah sakit ini benar-benar dapat berjalan dengan baik sesuai peruntukannya. Bukan menjadi tempat mencari proyek-proyek,” tutupnya.(iam)