Babel Kehilangan Triliunan Rupiah

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Dampak Harga Timah Dunia Merosot

KELAPA KAMPIT – Harga bijih timah yang mengalami kemerosotan di pasar dunia, berdampak pada berkurangnya pemasukan dari sektor tambang. Akibatnya, Bangka Belitung sebagai wilayah penghasil timah harus kehilangan triliunan rupiah.

“Saya kasih tahu, harga timah per ton sudah turun di bawah 18 ribu USD, tahun lalu masih 23 ribu USD. Artinya ada 5 ribu USD selisihnya. Itu sama saja dengan kehilangan 4 triliun rupiah dalam 1 tahun,” ungkap Bupati Beltim, Basuri T Purnama saat memberikan sambutan malam resepsi hari jadi Beltim ke-12 yang diselenggarakan Kecamatan Kelapa Kampit, Selasa (10/2) malam.

banner 1200x200

Baca Juga:  Pantau Harga Sembako, Serda Asran Rutin ke Pasar

“Beda 5 ribu USD atau 60 juta perton. Kalau dikalikan 80 ribu ton, itu lebih dari 4 triliun rupiah,” sambungnya.

Kondisi ini, kata Basuri harus menjadi perhatian. Sebagai Bupati, Basuri mengaku telah melapor ke pemerintah pusat dan Presiden. “Saya lapor ke pusat dan Presiden supaya Singapura, Malaysia dan Thailand, kasih tahu dari mana asal timahnya,” terangnya.

Basuri menegaskan, Kabupaten Beltim tanpa tambang timah mampu mensejahterakan masyarakat. Sebab itu, dirinya meyakini Kabupaten Beltim harus mendorong sektor lain berkembang.

“Tahun 2010, APBD Beltim Rp. 400 miliar, sekarang lewat Rp. 800 miliar. Tentu tidak akan cukup selama pembangunan dibutuhkan,” jelasnya.

Baca Juga:  Kapolsek Manggar Gelar "Sambang Polri Peduli"

Basuri menyadari, tambang masih menjadi budaya. Masyarakat masih senang menambang. Namun, sektor tambang tidak dapat selamanya dijadikan lokomotif ekonomi masyarakat.

“Katakan lah tambang masih 10 tahun kedepan, nah kita harus persiapkan minimal 3 sektor agar sejajar dan masyarakat bisa sejahtera. Kalau ini disiapkan, saya tidak khawatir,” kata Basuri.

“Di usia ini (12 tahun-red) kita sudah mampu memberikan banyak peningkatan yang diharapkan. Dan kita harus tahu, saat ini, kabupaten kebanggaan kita ini, mendapatkan predikat terbaik ke-2 dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) se Babel setelah Pangkalpinang, dan kabupaten Belitung,” tandas Basuri bangga. (feb)

Rate this article!
Tags:
author

Author: