Babel Rawan Banjir

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

PANGKALAN BARU-Masyarakat Provinsi Bangka Belitung (Babel) diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam yang terjadi pada musim penghujan ini. Akibat penambangan yang dilakukan terus-menerus tanpa menghiraukan lingkungan, Babel pun kini rawan banjir.
Hal tersebut dikatakan Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya merujuk terjadinya banjir di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Bangka, Bangka Barat (Babar) dan Belitung Timur (Beltim).
“Banyak hutan yang ada di kabupaten yang telah rusak akibat aktivitas penambangan pasir timah. Akibat penambangan itu memunculkan kali atau kolong yang baru, sebab rata-rata daerah yang terkena bencana banjir itu daerah bekas penambangan pasir timah,”kata Didit seusai penanaman pohon Mangrove Hari Pers Nasional Babel 2015 di Pantai Tapak Antu Desa Batu Belubang, Bangka Tengah, Senin (9/2/).
Menurut Didit, kolong itu merupakan proses buatan manusia. Sehingga sangat berbahaya bagi masyarakat sekitar. Ada beberapa titik rawan banjir yang berbahaya dan mengganggu ketenangan dan keamanan masyarakat. “Pertambangan pasir timah di Babel perlu kita benahi bersama, karena dampaknya sangat luar biasa. Pemerintah Provinsi Babel dan pemerintah kabupaten, agar membuat program normalisasi sungai dan kali bekas galian tambang timah,” ungkapnya.
DPRD tambah Didit meminta Pemprov Babel, untuk mengadakan rapat koordinasi untuk menginventarisir daerah – daerah yang rawan banjir. Agar kedepannya dapat mengurangi kejadian-kejadian seperti ini. “Aktivitas penambangan pasir timah dan penebangan liar hutan merupakan penyumbang terbesar bencana banjir di Babel. Untuk itu Pemprov Babel harus segera melakukan rapat koordinator, untuk menginventarisir daerah-daerah yang termasuk rawan banjir. Permasalahan ini harus diselesaikan secepatnya melalui dana APBD provinsi maupun kabupaten,”tukasnya.
Menurut Didit, harus ada program normalisasi. Jika tidak ini merupakan permasalahan yang tidak akan pernah selesai setiap tahun.”Saya menilai tanggap darurat banjir yang dilakukan pemprov Babel bersama Basarnas, Kapolda dan Danrem sangat luar biasa. Kami sendiri sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana banjir beberapa hari yang lalu,”ujarnya.
Sementara itu, Sekda Bangka, Feri Insani mengakui sejauh ini pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat akan genangan air yang menggenangi perumahan warga. Namun diakuinya, di sejumlah titik yang terdapat genangan air saat hujan itu dikarenakan datarannya memang rendah.”Untuk kabupaten Bangka Kota Sungailiat sepanjang ini yang kami terima laporan kita mengalami dari mulai Pasar Impres, Parit Pekir, Rambak. Untuk di pasar impres sendiri memang datarannya lebih rendah,”akunya.
Akan hal tersebut, kedepannya pihaknya akan melakukan penataan terhadap titik titik yang kerap terendam oleh genangan air saat hujan turun.” Itu akan kita lakukan revitalisasi. Jadi konsep di pasar impres itu tidak hanya penataan dan revitalisasi pasar, tapi penataan kawasan yang harus dinaikkan serta drainasenya diperbaiki,” katanya.
Selain itu juga, Feri mengakui jika dirinya telah memerintahkan dinas PU untuk melakukan pengerukan terhadap saluran yang mengalami penyempitan dengan tujuan untuk memperlancar jalannya air saat hujan turun.”Saya juga sudah perintah Dinas PU untuk perhatikan 3 saluran di Pasar Impres yang menuju satu jembatan yang terjadi penyempitan terus sampai ke Kampung Jawa hingga ke Parit Pekir. Nah jembatan itu akan kita buka lebar,”tambahnya.
Terpisah, komunitas wartawan Bangka Belitung melakukan aksi penggalangan dana bagi korban bencana banjir di perempatan lampu merah Pasar Pembangunan disela-sela pembagian bunga mawar dan pena HPN 2015 dan pada saat penanaman pohon Mangrove. Dalam aksi tersebut terkumpul dana jutaan rupiah, yang akan diserahkan kepada korban bencana banjir Desa Lubuk. (cr62/rif)

Baca Juga:  Diamanahkan Jabatan Direktur RSUDDH Pangkalpinang, Siapa Sosok dr Nugroho?

Rate this article!
Babel Rawan Banjir,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: