Babel Terbuka Bagi Pendatang, tapi Jangan Diganggu!

by -
Babel Terbuka Bagi Pendatang, tapi Jangan Diganggu
Ilustrasi Pendatang. (ISTIMEWA)

Pemkot Diminta Tingkatkan Pendataan Pedatang

belitongekspres.co.id, PANGKALPINANG – Anggota DPRD Bangka Belitung (Babel) dapil Pangkalpinang, Ferdiyansyah mengimbau Pemerintah Kota (Pemkot) melalui perangkatnya untuk dapat meningkatkan pendataan terhadap warga pendatang. Hal ini tentunya untuk memberi kenyamanan masyarakat yang akhir-akhir ini dihantui dengan kekhawatiran adanya gangguan ketertiban dari masyarakat pendatang.

“Kita minta aparat pemerintah aktif mendata kembali warga pendatang, khususnya yang baru agar jelas tujuannya menetap,” kata Ferdi, Rabu (25/12) kemarin.

Ferdi menilai bahwa Babel terbuka bagi siapa pun yang datang untuk tinggal atau mencari penghidupan. Masyarakat luar mengenal bahwa Bumi Serumpun Sebalai ini daerah yang ramah dan aman. Namun tidak bagi mereka yang sengaja datang untuk membuat keributan atau ganggu ketertiban di tengah masyarakat.

“Oleh karena itu kami minta agar warga pedatang ini dapat menjaga sikapnya, cari lah penghidupan di Babel tapi jangan ganggu ketertiban masyarakatnya. Masyarakat welcome kok, tapi tolong etika harus dijunjung tinggi, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung,” ungkapnya.

Peristiwa di Batu Belubang, kata Ferdi, dapat dijadikan pembelajaran bagi Pemkot Pangkalpinang. Untuk itu ia berharap, aparat keamanan dan Pemkot Pangkalpinang dapat mengadakan pengawasan serta kontrol kepada para warga pendatang ini.

“Data kembali, siapa tahu ada warga yang lupa untuk lapor ke kepala lingkungannya sebab kita tidak ingin kejadian-kejadian sudah terjadi terulang kembali di Pangkalpinang,” ungkapnya.

Terpisah, Gubernur Babel, Erzaldi Rosman juga turut membahas masalah sosial, khususnya kericuhan yang terjadi di Desa Batu Belubang bersama para tokoh Agama dari Bangka Tengah agar mendapatkan perhatian dari Pemerintah Daerah. Menurutnya, permasalahan yang terjadi di desa tersebut sudah ditangani oleh pihak yang berwajib.

Permasalahan itu juga menjadi tanggung jawab semua pihak. Berkenaan dengan persoalan itu, Erzaldi mengimbau kepada masyarakat untuk bersabar dan menyerahkan kepada pihak kepolisian.

Soal adanya pengusiran yang dilakukan oleh masyarakat setempat kepada masyarakat pendatang, Gubernur menjelaskan bahwa hal itu sesuai dengan adanya perjanjian. Sebelum mereka melakukan aktivitas pertambangan di daerah tersebut, tentunya masyarakat setempat juga minta jaminan keamanan. Kalau tidak ada jaminan keamanan, siapa yang akan bertanggung jawab?

“Nah, dituangkanlah di dalam perjanjian keamanan, dan ternyata terjadilah pelanggaran, mau tidak mau perjanjian tersebut dilaksanakan,” ujar Gubernur. (jua)

 

Artikel ini sudah dimuat di babelpos.co dengan judul Babel Terbuka Bagi Pendatang, tapi Jangan Diganggu!