Baca Baik-baik! Begini Motif Pencurian oleh Abdul Fatah dan Rekan Yang Baru Dua Hari di Belitung

by -
Baca Baik-baik, Begini Motif Pencurian oleh Abdul Fatah dan Rekan Yang Baru Dua Hari di Belitung
Bahtiar (tengah), Salah satu pelaku pencurian saat dibawa ke Mapolres Belitung.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Motif kedua pelaku pencurian ialah berpura-pura menanyakan alamat, sembari memantau keadaan dan kondisi rumah. Usai bertanya dan selang berapa menit pelaku berpura-pura ingin meminta kembang untuk berobat orang tuanya.

“Satu orang sebagai pengalih perhatian dengan berpura-bura meminta kembang dan satunya lagi menyelinap masuk lewat pintu depan dan masuk ke kamar untuk mengambil barang-barang milik korban,” Demikian penjelasan Kasat Reskrim Polres Belitung, AKP Erwan, saat menceritakan bagaimana motif Dua orang pelaku pencurian di sebuah rumah yang beralamat di Jalan Seroja, Kelurahan Parit, Kecamatan Tanjungpandan yang berhasil diringkus Jajaran Tim Opsnal Satreskrim Polres Belitung, Selasa (21/1/2020).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kedua pelaku tersebut ialah Bahtiar Ismail (38) warga asal Jakarta dan Abdul Fatah (27) warga asal Pekan Baru. Pelaku melakukan aksinya pada, Senin (20/1/2020).

Kasat Reskrim Polres Belitung, AKP Erwan Yudha, mengatakan, keduanya diamankan polisi saat kembali hendak melakukan aksinya di sebuah rumah di Jalan Jenderal Sudirman sekitar Hotel Puncak, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Selasa (21/1/2020). Sebelumnya, kedua pelaku sudah pernah melakukan aksinya di sebuah rumah yang beralamat di Jalan Seroja, Kelurahan Parit, Kecamatan Tanjungpandan, Senin (20/1/2020).

Kemudian, lantaran sempat mencoba melarikan diri saat hendak ditangkap, Polisi terpaksa harus memberikan hadiah timah panas di betis kiri salah satu pelaku, yakni Bahtiar.

Kepada polisi pelaku mengaku baru tiga hari berada di Belitung. “Baru Minggu (18/1/2020) sore kami datang ke sini. Tinggal di Hotel dan rental motor,” kata Bahtiar sembari menahan sakit pada betis kirinya.

Dari aksinya tersebut, pelaku berhasil menggasak uang tunai pecahan Rp 20 ribu, pecahan uang kertas Rp 100 yuan sebanyak 10 lembar, jam tangan ditambah beberapa perhiasan dengan taksiran kerugian sekitar Rp 100 juta rupiah.

“Kedua pelaku saat ini dikenakan dengan Pasal 363 KUHP dengan hukuman maksimal lima tahun penjara,” jelas AKP Erwan.

Sementara itu korban pencurian di Jalan Seroja, Hendra, bersyukur tidak terjadi apa-apa terhadap ibunya yang sempat berinteraksi dengan pelaku dengan modus tanya alamat dan minta kembang itu.

“Untungnya ibu tidak diapa-apakan karena beliau sudah tua berumur 80 tahun,” kata Hendra kepada belitongekspres.co.id.

Ia berharap pelaku dihukum sesuai aturan yang berlaku. Terlebih pelaku merupakan orang luar pulau Belitung.

“Belitung daerah pariwisata. Saya berani rumah saya tidak pakai pagar karena Belitung ini damai dan aman. Jadi jangan dirusak oleh orang seperti ini apalagi mereka orang luar.

 

Editor: Subrata
Reporter: Faizal