Bakso Daging “Tikus” Hanya Isu

by -
Jpeg

*Polisi Tak Temukan Bukti Kuat, Diduga Ada Orang Sengaja Fitnah

Jpeg
Jpeg

Foto A: ainul yakin/be
Warung Bakso Gimin di Kampong Parit yang masih terlihat diminati pembeli, termasuk anak-anak sekolah.

TANJUNGPANDAN-Pemilik Bakso Barokah, Yono di Jalan Kampong Damai dan Bakso Ikan Ragimin di Pasar Kampong Parit, angkat bicara mengenai isu menggunakan daging tikus sebagai campuran adonan bakso. Dengan tegas, keduanya membantah bakso yang dibuatnya mengandung daging tikus seperti isu yang beredar di sebagian warga dan melalui media sosial (Medsos) maupun BBM (blackberry messenger).
“Demi Allah, itu (isu daging tikus,Red) tidak benar. Kami murni mengunakan daging sapi, daging ikan dan daging ayam untuk adonan bakso. Dan kami juga tidak memakai formalin untuk mengawetkan bakso” ujar Yono kepada Belitong Ekspres di warungnya, Kamis (20/8) kemarin.
Seperti diketahui, adanya isu bakso daging tikus di Warung Yono ini, sempat menghebohkan masyarakat. Parahnya lagi, ada isu yang beredar menyebutkankan Yono dan pedagang bakso ikan lainnya Gimin, ditangkap Tim Buser Polres Belitung, lantaran polisi menemukan adanya bakso tikus di warung miliknya serta di beberapa warung cabang milik pedagang bakso asal Wonogiri Jawa Tengah tersebut.
Dijelaskan Yono, masalah diamankan polisi lantaran menjual bakso tikus, selama ini dirinya menghilang bukan karena diamankan polisi. Tapi, lantaran pulang kampung untuk menghitankan anaknya.
“Saya pulang kampung untuk mensunatkan anak. Bukan ditangkap polisi. Saya merasa dirugikan dengan adanya isu ini, omset penjualan kami menurun, bahkan pelanggan-pelanggan ragu untuk kembali makan di tempat kami. Ini mengarah ke fitnah,” kata Yono.
Yono berharap, masyarakat dan pelanggannya tidak menanggapi isu tersebut secara serius. Sebab, sumber informasi itu sangat tidak bisa dipetanggungjawabkan. Termasuk siapa orang yang berani melapor ke polisi, asal dengan disertai barang bukti  kuat dan sesuai fakt.
Dirinya kembali memastikan, tidak ada daging tikus dalam baksonya. “Ya, mungkin ini ujian bagi kami. Kita akan berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan,” pungkasnya.
Senada dengan Yono, Gimin juga membantah baksonya menggunakan daging tikus. Dia mengatakan, bakso yang ia jual merupakan berbahan ikan. Dan sebagian bakso lain di dalamnya berisikan daging sapi yang sudah dicincang.
“Kami siap bila diperiksa (uji lab,red). Bakso ini murni menggunakan daging sapi dan ikan. Bahkan pelanggannya pun juga banyak dari pelajar. Hanya bakso kami cuma Rp 10 ribu per porsi, makanya sangat terjangkau. Bahkan, kadang anak-anak kalo beli bisa hanya dengan Rp 5 ribu, tapi tetap kita layani. Kalo bakso daging sapi, bisa seporsi di atas Rp 15 ribu,” katanya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Belitung AKP Candra Matta Rahansya seizin Kapolres Belitung AKBP Candra Sukma Kumara membantah, Tim Buser mengamankan Yono lantaran menjual bakso daging tikus.
“Kami tidak pernah menangkap penjual bakso. Apalagi bakso tikus. Saya baru mendengar isu tersebut,” ujar Kasat Reskrim kepada Belitong Ekspres sembari tertawa.
Terpisah Kasat Intelkan Polres Belitung Iptu Ponijan seizin Kapolres Belitung mengatakan, pihaknya sudah mendengar adanya informasi tersebut. Bahkan Kasat Intet sudah mengerahkan anak buahnya untuk mengecek bakso tersebut.
“Tidak benar itu bakso tikus. Itu murni bakso sapi dan ikan. Kami sudah menyelidiki. Saat ini kami masih mencari, siapa penyebar isu tersebut,” kata Iptu Ponijan.
“Saya berharap masyarakat tidak terpengaruh dan terprovokasi dengan adanya isu ini. Dan tidak men-share dan broadcast berita-berita tidak benar. Ini (mungkin) hanyalah persaingan bisnis, untuk menjatuhnya lawan (kompetitor,Red),” sambung Iptu Ponijan.
Sementara  salah satu staf dari Dinas Kesehatan, kemarin terlihat mengambil sampel bakso yang dibuat oleh Yono. Sampel itu rencananya akan diuji secara laboratorium.
Belitong Ekspres yang mencoba merasakan langsung bakso yang dijual oleh Gimin, tak nampak adanya rasa yang aneh. Begitu pula secara penampilan, bakso ikan rata-rata warnanya putih pucat menyerupai tekwan. Tapi, untuk Basko Barokah, Kamis (kemarin) memang dalam kondisi tutup karena sedang renovasi warung. “Kita tutup hari ini (kemarin,Red), kalo hari ini jadi, besok langsung jualan,’’ kata Yono.(kin)