Band Indie Belitong Hidup Segan Mati Tak Mau

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Band Lagu Daerah Bisa Ditampilkan di Acara Hotel

TANJUNGPANDAN – Wakil Bupati Belitung Erwandi A Rani langsung tanggap ketika ditanya mengenai lagu daerah Belitong. Tidak dipungkiri keberadaan lagu daerah mulai tergerus dengan musik band. Saat ini pun Belitung krisis generasi musisi untuk lagu daerah.

“Saya mengharapkan sebenarnya kalau ada ide menarik, sebetulnya harus ada band lagu daerah,” kata Erwandi di ruang kerjanya, Senin (19/1) kemarin.

Kata Erwandi, sebaiknya dalam hal ini Dewan Kesenian Belitong juga tanggap. Yang seperti ini juga sebetulnya menjadi pemikiran SKPD terkait. Supaya SKPD itu bisa menggerakannya. Ia mengaku akan bicara dengan para musisi Belitong, bila perlu buat  grup untuk lagu belitong.

“Supaya bisa ditampilkan dalam acara tertentu di hotel. Kenapa tidak kita bentuk untuk lagu Belitong. Supaya dikemas kembali,” ujarnya.

Terpisah, pengamat musik indie Belitong Julian Aditya mengatakan, musik indie Belitung seperti hidup segan mati tak mau. Saat ini tidak ada band indie Belitong yang benar-benar eksis, malahan bisa dibilang tiarap.

Baca Juga:  Sanem Minta Jemaah Khusyu' Beribadah

Permasalahannya bermacam-macam, misalnya masalah kemampuan finansial. Menurut pria yang akrab disapa Adit ini, setelah tahun 2007 banyak bermunculan band indie Belitong. Ada yang mencoba membuat album dengan berbagai perangkat rekaman yang mereka tahu. Hasilnyapun boleh diacungi jempol.

“Skill (kemampuan, red) band Belitong masih bisa dipertanggungjawabkan,” kata pria yang sehari-hari berprofesi sebagai penyiar radio Voice of Belitong (VoB) ini.

“Kadang-kadang perangkat rekaman yang bagus kan mahal, walaupun ada yang buka (rental) tapi kan tetap mahal juga. Sedangkan kalau membuat dengan software itu perlu kemampuan komputerisasi lagi,” tambah Adit menjelaskan sekerumit permasalahan band indie Belitong.

Minimnya festival musik dan tempat manggung juga menjadi faktor band indie Belitong sulit berkembang. Berbeda dengan band indie dari pulau Jawa, banyak festival dan banyak cafe tempat manggung. Kemudian penikmatnya bukan hanya masyarakat lokal, tapi banyak, bisa saja seseorang pencari bakat.

Baca Juga:  Danlanud ASH Letkol Nav Sunardi Pimpin Ziarah Hari Bakti TNI AU ke-72

“Kita ini buat sesuatu (festival,red) untuk sesama kita. Kalau di kota besar jumlah penduduk lebih banyak,” jelas Adit.

Meskipun begitu di Belitong sudah menelurkan beberapa musisi seperti Jhoni rodith, Bilitonie, Usni Mariosa, Sidik, yang terbaru adalah Ardi, dan beberapa orang lainnya, tapi tidak berhasil menjadi artis dalam tanda kutif.

“Indie Belitong harus berkorban lebih. Mereka tidak boleh terpaku disini saja, mereka harus menjangkau daerah luar. Pertama Bangka, Jakarta, Bandung, Jogja. Mereka harus terlibat persaingan disitu,” ujar Adir.

Kemudian band indie Belitong harus sadar online, membuat sebuah video klip, bisa diupload di youtube dan biayanya tidak mahal yang penting konsep, melalui konsep strategi e-marketing.

“Internet marketing (e-marketing) harus bisa dipelajari musisi indie Belitong,”pungkasnya. (ade)

Tags:
author

Author: