Bandara Belitung Kembali Normal

by -

*Sempat Dihadang Kabut Asap, Pesawat Garuda Balik ke Jakarta

foto B- bandara ruang tunggu bandara has kabut asap

Foto BE: yudiansyah/be

Suasana ruang tunggu bandara yang dipenuhi penumpang. Nampak sejumlah penumpang yang sabar menunggu.

TANJUNGPANDAN-Setelah sempat lumpuh akibat kabut asap, aktivitas penerbangan Bandara HAS Hananjoeddin, Tanjungpandan Selasa (27/10) kemarin, mulai berjalan normal. Namun, ada satu pesawat yakni Sriwijaya Air rute Tanjungpandan-Jakarta yang terpaksa melakukan penerbangan malam dari jadwal semestinya sore hari.

Kasi Teknik dan Operasi Bandar Udara HAS Hanandjoeddin Nanang mengatakan, seluruh penerbangan di Belitung dengan tujuan Jakarta- Tanjngpandan dan sebaliknya, berjalan normal. Termasuk untuk rute Tanjungpandan-Pangkal Pinang dan sebaliknya juga berjalan normal.

“Sebelumnya ada keterlambatan dari beberapa pesawat yang mendarat di Belitung. Keterlambatan ini terjadi pada penerbangan sebelum pukul 11.00 WIB. Kendala utama masih masalah kabut asap yang cukup tebal sehingga visibilitasnya kurang,” ujar Nanang kepada Belitong Ekspres, kemarin.

Dijelaskan Nanang, kondisi jarak pandang (visbilitas,Red) sekitar pukul 06.00 WIB hingga 11.00 WIB masih di bawah normal, tak mencapai 1500 mete . Namun, pada saat menginjak pukul 13.00 WIB jarak pandang kembali normal dan relatif aman untuk dilakukan penerbangan pesawaat yakni di atas 1500 meter.

“Sementara penerbangan malam yakni Sriwijaya Tanjngpandan – Jakarta yang seharusnya terbang Pukul 17.00 WIB molor dua jam menjadi 19.00 WIB. Itu disebabkan masalah non teknis pada maskapai, bukan lantaran kondisi cuaca,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu penumpang pesawat Garuda Indonesia yang take off dari Jakarta, gagal landing, sempat mengeluhkan masalah tersebut. Sebab, Sekitar pukul 12.59 WIB, pesawat diberitahukan kembali ke Jakarta karena jarak pandang di bandara tidak membaik. “Huuuhh.. gagal lagi,” gerutu para penumpang yang cukup lama menunggu di ruang tunggu bandara.

Meski demikian, terpantau sejumlah penumpang ada yang tetap bertahan menunggu jadwal keberangkatan selanjutnya. “Mending nunggu aja, siapa tahu nanti cuaca membaik,” kata seorang penumpang yang memegang tiket Garuda Indonesia tujuan Jakarta.

Seperti diberitakan sebelumnya, Akibat kabut asap yang pekat, aktivitas operasi Bandar Udara (Bandara) HAS Hanandjoeddin, Tanjungpandan Belitung, lumpuh total, Senin (26/10), kemarin. Kabut asap diduga dampak kebakaran hutan dan lahan di wilayah Pulau Kalimantan dan Sumatera itu, benar-benar membuat ratusan penumpang pesawat gagal terbang.

Semua jadwal kedatangan (departure) pesawat dari Jakarta dan Bangka ke Bandara HAS Hananjoeddin dibatalkan karena pesawat tak bisa mendarat (landing). Dengan begitu, semua penerbangan keberangkatan dari dan ke Tanjungpandan dibatalkan (cancelled). Atas kondisi ini suasana di Bandara baik ruang tunggu, kantin maupun teras bandara terlihat dipadati penumpang yang menunggu barangkali ada perkembangan terbaru soal cuaca.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Belitong Ekspres, sesuai jadwal penerbangan keberangkatan (departure) di Bandara HAS Hanandjoeddin ada sembilan. Namun jika ditotal dengan kedatangan (arrive), maka ada 18 penerbangan dinyatakan batal. Rinciannya, enam penerbangan Jakarta-Tanjungpandan (PP) enam maskapai, dan Tanjungpandan-Pangkalpinang (PP) ada tiga penerbangan. (kin/yud)