Bandara H.AS Hanandjoeddin Mulai Pakai GeNose, Tarif Hanya Rp40.000

by -
Bandara H AS Hanandjoeddin Mulai Pakai GeNose, Tarif Hanya Rp40.000
Ilustrasi GeNose

belitongekspres.co.id, PANGKALPINANG – Mulai hari ini, Senin (12/4) dua bandar udara di Bangka Belitung (Babel) mulai menerapkan hasil GeNose untuk persyaratan penerbangan. Bahkan, pelayanan GeNose ini sendiri sudah tersedia di dua Bandara tersebut, yakni Depati Amir Pangkalpinang dan Bandar Udara H.AS Hanandjoeddin Belitung dengan tarif Rp40.000.

Hal ini diumumkan oleh Gubernur Babel, Erzaldi Rosman saat meninjau uji coba Penerapan GeNose C19 bertempat di Airport Health Center, Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Minggu (11/4) kemarin.

“Dengan GeNose kita cukup menghembuskan nafas. Tak seperti rapid tes antigen atau tes PCR yang mengharuskan petugas kesehatan memasukkan lidi kapas ke rongga hidung untuk mengambil sampel,” kata Gubernur Erzaldi

Di samping itu, Gubernur membeberkan alasannya mendesak PT Angkasa Pura II untuk memberikan pelayanan GeNose di bandara, yaitu karena harga tes GeNose lebih terjangkau bagi kantong masyarakat. Hal ini tak seperti layanan pemeriksaan tes PCR dan rapid tes antigen yang lebih mahal.

“Kedua Bandara kita yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II, merupakan bandara ketiga yang menerapkan layanan GeNose. Sebelumnya, Bandara Husein Sastranegara Bandung dan Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang,” jelasnya sembari berharap pelayanan ini dapat memberikan manfaat dan kemudahan bagi para penumpang yang menggunakan moda transportasi udara.

Ke depan, Gubernur mendorong penggunaan GeNose juga diterapkan pada pelabuhan laut di Babel, di antaranya pelabuhan Pangkal Balam, Muntok, Tanjung Pandan, Belinyu, Sadai, dan Manggar. “Terutama Pelabuhan Muntok karena, mobilitas arus penumpang dan logistik di sana tinggi,” ungkapnya.

Erzaldi juga menyempatkan menjajal alat tersebut. Dimulai dari pendaftaran menggunakan smartphone, kemudian dirinya memasuki bilik untuk menghembuskan nafas dan dimasukkan ke kantong plastik khusus yang telah disiapkan.

Setelah itu, kantong plastik berisi nafas gubernur itu dimasukkan ke alat GeNose yang terkoneksi dengan laptop. Dalam waktu kurang lebih tiga menit saja, hasilnya sudah keluar dan Gubernur Erzaldi dinyatakan negatif.

“Wah cepat sekali, hanya hitungan menit sudah keluar hasilnya,” kata Gubernur yang kerap disapa Bang ER ini dengan kagum.
Sementara, General Manager Angkasa Pura II Bandara Depati Amir Pangkalpinang, M. Syahril mengatakan, layanan ini dihadirkan setelah sebelumnya AP II sukses melakukan simulasi penggunaan GeNose di bandara tersebut.

“Angkasa Pura II senantiasa berupaya memberikan kemudahan layanan tes COVID-19 sebagai salah satu syarat melakukan perjalanan udara bagi calon penumpang pada masa adaptasi kebiasaan baru melalui penambahan layanan GeNose di bandara, di samping layanan tes COVID-19 lainnya seperti swab antigen dan swab PCR,” ujar Syahril.

Dirinya berharap, dengan beragamnya pilihan tes Covid-19 di bandara, semakin banyak penumpang yang berpergian baik dari daerah lain menuju Babel atau sebaliknya, sehingga perekonomian Negeri Serumpun Sebalai dapat segera pulih.

Untuk mendapatkan layanan GeNose di Bandar Udara Depati Amir, Fatiqah selaku pihak dari Farmalab menjelaskan penumpang harus mendownload aplikasi “Farmalab” di smartphone, kemudian lakukan registrasi dilanjutkan dengan mengisi biodata dan data penerbangan.

“Setelah segala tahapan dilakukan akan mendapatkan QR Code yang ditunjukan kepada petugas Farmalab untuk melakukan tes,” jelasnya.

Syarat penggunaan tes GeNose yaitu, calon penumpang dilarang makan, minum (kecuali air putih), dan merokok selama 30 menit sebelum pemeriksaan dilakukan.

Syahril juga mengungkapkan selain dua bandara yang ada di Bangka Belitung yang disetujui oleh Kementerian Perhubungan untuk tanggal 12 April 2021, Bandara Sultan Thaha Jambi juga akan menerapkan Genose C19.

“Pada tanggal 12 April 2021 Babel, dan Jambi disetujui Kementerian Perhubungan memberlakukan GeNose dalam waktu yang sama yaitu Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Bandara Tanjung Pandan dan Bandara Sultan Thaha Jambi,” jelas Syahril.

Pada kesempatan yang sama Perwakilan Angkasa Pura Solution (APS) Jakarta, Mukti menjelaskan proses layanan GeNose di Bandara Depati Amir akan dilakukan di tempat yang sama yaitu Farma Lab yang ada di bandara.

Dia menjelaskan dalam proses antrian calon penumpang akan menggunakan aplikasi yang dapat diunduh di playstore dan mendaftarkan diri, proses pengambilan sampel dan hasil pemeriksaan relatif singkat.

“Diharapkan kepada calon penumpang agar 30 menit sebelum pemeriksaaan untuk tidak makan dan minum, namun air putih dibolehkan, karena alat ini sensitif terhadap aroma menyengat, termasuk asap rokok, parfum, bau makanan yang menyengat seperti pete, jengkol dan lainnya,” jelas Mukti.

Mukti juga mengatakan bahwa alat GeNose C19 dapat melakukan pemeriksaan bagi calon penumpang per jam sebanyak 30 orang/pack dan dibatasi sebanyak 300 orang/pack per hari. (jua/rel)