Bandara Tingkatkan Pelayanan Kesehatan pada Penumpang

by -

*Buka Pos Layanan untuk Rekomendasi Terbang dan Pertolongan Pertama

TANJUNGPANDAN-Pemerintah melalui Departemen Kesehatan terus berusaha meningkatkan layanan kepada masyarakat, khususnya pengguna jasa bandara. Melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Pangkal Pinang Wilayah Kerja Tanjungpandan,  instansi di bawah Kementerian Kesehatan ini membuka pos layanan kesehatan atau semacam klinik di Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan.
Salah satu petugas paramedis Satrian Adriadi, kepada Belitong Ekspres, Senin (22/6) kemarin mengatakan, pos pelayanan kesehatan pelabuhan ini sudah beroperasi sejak 5 Mei 2015 lalu. “Sejumlah peralatan medis, khususnya untuk penanggulangan dan pertolongan pertama pada kondisi darurat penumpang maupun petugas bandara, sudah ada di sini,’’ ujar Satrian.
Menurut Satrian,  pos pelayanan kesehatan pelabuhan ini bertugas memberikan layanan kesehatan pada pengguna jasa bandara termasuk petugas bandara. Di antaranya memberikan rekomendasi untuk laik terbang bagi calon penumpang yang dalam kondisi sakit atau hamil bahkan surat keterangan terbang untuk jenazah.
“Misalkan mereka yang dirujuk dari RSUD di Belitung hendak ke Jakarta, harus mendapat rekomendasi dari pos layanan ini. Termasuk aturan-aturan yang sudah ditetapkan dalam undang-undang penerbangan sehingga tak membahayakan bagi penumpang itu sendiri maupun penumpang yang lain,’’ ujarnya menerangkan panjang lebar kepada BE.
Dijelaskan Satrian, wanita hamil dapan menaiki pesawat minimal usia kandungan 12 minggu dan maksimal 32 minggu. Selain itu, untuk orang yang sakit parah akan dicek kondisinya daya tahan tubuhnya terlebihi dahulu sebelum naik ke pesawat. Dan untuk bayi, minimal berusia satu bulan bisa boleh terbang.
“Jika kondisi penumpang tidak layak untuk terbang. Maka kami tidak memberikan surat izin untuk melakukan penerbangan. Untuk calon penerbang tidak perlu khawatir  tiket tidak akan hangus. Bording pass bisa dialihkan ke hari berikutnya meski harus menambah biaya beberapa persen,” tuturnya.
Mengenai biaya, sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah, para penumpang cukup membayar Rp 30 ribu. Sedangkan untuk pengurusan mayat hanya Rp 10 ribu. Biaya Rp 30 ribu yang masuk dalam Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) itu untuk rinciannya Rp 15 ribu jasa periksa, Rp 5 ribu untuk retribusi dan 10 ribu untuk sertifikat atau semacam surat keterangannya.

“Saya juga menghimbau kepada penumpang yang dalam kondisi sakit, agar tidak membeli tiket terlebih dahulu, alias tak boking dulu. Cek dulu kondisinya sembari koordinasi dengan maskapai penerbangan. Jika layak untuk terbang, maka silahkan membeli tiket sesuai jurusan yang akan dituju,” paparnya di pos layanan kesehatan yang berada di area Bandara.
Ditambahkan, pengalaman selama ini, calon penumpang atau penumpang sering mendesak waktunya ketika mengurus surat ke pos kesehatanpelabuhan ini. “Dulu biasanya ke puskesmas atau rumah sakit untuk mengurus surat rekomendasi untuk terbang baik yang rujuk, sakit maupun wanita hamil. Saat ini kadang sehari ada 2 atau 3 penumpang yang periksa,’’ pungkasnya. (kin)