Bangkai Kapal Ndongkrok di Pelabuhan Bikin Geram Bupati

by -

*Polair Nunggu “Perintah” untuk Bisa Dimusnahkan

foto A- lepas bangkai kapal di Pelabuhan DKP Belitung - Copy
Kapal tak bertuan yang sudah hampir sebelas tahun mangkrak di pelabuhan, mengganggu pemandangan dan operasi kapal lain.

TANJUNGPANDAN-Sebujur bangkai kapal nelayan yang ndongkrok, di Pelabuhan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Belitung membuat Bupati Belitung Sahani Saleh dan Kasatpolair Polres Belitung geram. Pasalnya, kapal yang tak bermesin itu sudah belasan tahun terparkir di perairan pelabuhan, dinilai mengganggu pemandangan dan bahkan operasi kapal lain.

Kasatpolair Polres Belitung AKP Joko Suseno seizin Kapolres Belitung AKBP Sunandar mengatakan, pihaknya berencana akan memusnahkan kapal itu. Saat ini, dia menunggu perintah dari Bupati Belitung untuk melakukan tindakan.
“Sebelumnya, Bupati Belitung (Sanem,red) berencana untuk memusnahkan kapal itu. Sebab, kondisinya sangat tidak layak untuk dilihat,”

ujar AKP Joko kepada Belitong Ekspres, Kamis (19/5) kemarin.
Dijelaskan Kasatpolair, Kapal-kapal itu ditangkap Jajaran Polair Polres Belitung sejak 2005 lalu, di Perairan Dendang Beltim saat mengangkut puluhan ton kayu diduga ilegal. Setelah itu kapal tersebut dibawa ke Polair Polres Belitung.

“Dulu Polres Beltim belum terbentuk. Makanya, Kapal-kapal itu digiring ke Satpolair Polres Belitung,” ujar AKP Joko Waluyo.
Setelah beberapa bulan kemudian, Kejaksaan Negeri Tanjungpandan melelang kapal. Setelah diumumkan pemenangnya, Kapal itu tetap masih berada di lokasi. Namun, sama pemiliknya hingga saat ini belum diambil.

“Kami sudah kehilangan jejak si pemilik. Dulu si pemenang lelang kapal ini, hanya mengambil mesin-mesin dan perabotan kapalnya saja. Namun, bangkai kapal hingga saat ini masih dibiarkan,” ungkapnya.

Dirinya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Belitung untuk dapat segera mengirim surat ke pihak Polair agar kapal itu dapat segera dimusnahkan. “Kalau kapal itu kita angkat ke darat, otomatis akan mengeluarkan dana banyak. Alternatif kapal itu harus dimusnahkan,” pungkasnya. (kin)