Bangun Beltim Harus Lepas Ego Sektoral

by -

MANGGAR – Ego sektoral antar SKPD membuat pembangunan di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terhambat. Padahal, melihat potensi yang ada seharusnya Kabupaten Beltim mampu menonjolkan keunggulan di setiap bidang.

“Kalau kita berhayal berperang terus kita tidak akan maju, kita ego juga tidak akan maju. Sejak 10 tahun RPJMD berjalan masih banyak ego sektoral,” tegas Wakil Bupati Beltim, Burhanudin ketika membuka diskusi grup yang diadakan PT. Pembangunan Belitung Timur (PBT), di Gubok Beransai A1 Bukit Samak, Manggar, Kamis (28/4) kemarin.

Aan mengakui, berbagai program yang dianggarkan Pemerintah daerah tidak akan bermanfaat jika tanpa dukungan semua pihak. Salah satunya, SKPD sebagai perpanjangan tangan Pemda tidak saling bekerjasama.

“Saya contohkan, produk bruto perikanan tidak mengangkat kesejahteraan nelayan kita. Di pemerintah harus turun langsung. Market (pemasaran) tidak pernah terevaluasi,” kata Aan.

Karenanya, kehadiran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT.PBT, harus mampu menjawab tantangan tersebut. Sektor tambang tidak lagi menjamin kesejahteraan masyarakat dan saatnya beralih ke sektor lain.

“Saya minta (BUMD) bisa untuk itu. Bisa dicarikan marketnya. Jadi-jadilah (cukup, red) bicara tambang, saya sudah bilang ke pak Selamet (Dirut BUMD PT. PBT, red) jangan lagi berfikir tambang, masih banyak sektor lain,” sebut Aan.

Aan mengajak pihak swasta bersama pemerintah bersama-sama mengelola potensi yang ada untuk kesejahteraan masyarakat. “Ayo kita satukan visi misi,” ajak Aan.

Berbicara di hadapan peserta diskusi grup, Dirut BUMD PT. PBT, Selamet, menyadari pentingnya menggali potensi yang ada menjadi andalan. Khususnya sektor pertanian dan kehutanan.

“Di bidang pertanian, kami fokus pada lada dan singkong. Karena lada Beltim harus kita kembangkan begitu juga dengan singkong melalui pemanfaatan lahan-lahan yang ada,” singkatnya. (feb)