Banjir Akibat Aktivitas Pertambangan

by -

*Basuri Minta Pemegang IUP Buat Sirkulasi Air dengan Baik

MANGGAR-Kejadian banjir melanda Desa Mempaya, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), beberapa waktu lalu, diduga akibat aktivitas penambangan yang tak mengikuti aturan sebagaimana mestinya. Untuk itu Bupati Beltim, Basuri T Purnama akan melakukan pengawasan ketat soal aktivitas penambangan tersebut.
Sirkulasi air di wilayah pertambangan yang menurut aturan harus berputar di lokasi tersebut, kini diduga masih meluap dan tidak teratur. Lantaran kelebihan kapasitas, air di wilayah pertambangan itu mengalir hingga kerumah warga, terutama pada saat hujan turun.

“Kita minta pemegang IUP harus awasi itu. Dulu Orangtua saya juga bermain timah, air di tambang itu mutar di situ-situ saja, tapi sekarang tumpah kemana-mana,” ungkap Basuri kepada Belitong Ekspres, Rabu (11/2) kemarin usai Apel bersama di Mapolres Beltim.

Basuri tidak menginginkan, jika warga di Desa Mempaya setiap tahunnya saat musim penghujan menjadi langganan banjir. Bahkan, jika pemegang IUP tidak membuat sirkulasi air pertambangan dengan baik, maka Basuri secara tegas akan menyurati pemegang IUP tersebut.

Basuri menegaskan, ttidak akan segan-segan untuk tidak menandatangani RKAB perusahaan tersebut. Jika, pemegang IUP itu, enggan mengikuti aturan dari pada pemerintah daerah.

“Kalau masih ngeyel kita temukan, ngapain kita tandatangani RKAB-nya. Kemarin juga saya bilang, tolong dipisahkan antara tambang darat dan laut. Itu kemarin main tarok saja di meja Bupati, belum apa-apa sudah seperti itu,” sesal Basuri.

Dalam pengawasan pertambangan di Beltim khususnya, Basuri menginginkan secara unsur kepentingan semua dilibatkan. Bahkan, kata Basuri untuk pengawasan itu harus dibahas di forum koordinasi.

“Pentingnya, semua IUP akan kita awasi dengan ketat sekarang. KPK sudah clean and clear dan lain sebagainya dan itu wajib. Jika ada penambang tidak memiliki SPK, itu harus menjadi tanggung jawab pemegang IUP,” tegas Basuri.

Basuri menambahkan, yang terpenting saat ini bagaimana secara grafis, semula pertumbuhan ekonomi masyarakat semula bergantung dengan tambang, beralih ke tiga sektor unggulan lainnya. Yaitu pariwisata, kelautan dan perikanan, kehutanan, perkebunan, pertanian dan peternakan terpadu.

“Itu sekarang yang terpenting. Soalnya 10 tahun kedepan, timah kita memang masih aman, tapi tidak tahu selanjutnya. Makanya, pertambangan dan sektor-sektor unggulan itu harus sama tingkat ekonominya,” pungkas Basuri. (feb)