Banjir Selutut Orang Dewasa

by -

//Longsor, Pagar Rumah Didit Amblas

PANGKALPINANG – Hujan lebat yang melanda Kota Pangkalpinang, Rabu (8/4) sekitar pukul 13.00 WIB, mengakibatkan terjadinya banjir di kelurahan Kejaksaan Kacang Pedang. Di kelurahan ini, persisnya di jalan Sumedang RT 03/RW 02, puluhan rumah terendam banjir, bahkan sebagian warga harus rela rumahnya dimasuki air hingga selutut orang dewasa.
Menurut Lurah Kejaksaan Apriyani, banjir itu disebabkan karena sampah yang menyumbat aliran air sehingga resapan air melamban dan meluap. “Air kiriman dari atas sana tidak terbendung lagi, ditambah lagi aliran air yang seharusnya dialirkan ke kolong retensi Kacang Pedang tidak bisa dialirkan, karena warga yang tinggal disekitarnya tidak rela lahannya diambil untuk dibuat alur air yang mengalirkan ke kolong retensi,” ujarnya.
Setelah peristiwa ini, diakuinya, warga sekitar sudah mulai bisa memahami dampak dari genangan air yang tidak mengalir. “Rencana kami dalam waktu dekat akan diadakan pertemuan dengan masing-masing pemilik lahan, seperti mereka sudah mengerti dan insyallah akan merelakan lahan mereka digunakan untuk aliran air,” terangnya.
Dia menambahkan, pihaknya sudah beberapa kali mengajukan untuk pembuatan got atau alur air untuk diteruskan langsung ke kolong retensi Kacang Pedang, pada waktu acara musrenbag beberapa waktu lalu.
“Waktu diadakan musrenbang sudah kami ajukan kepihak terkait, supaya alur aliran air yang berada tidak jauh dari rumah warga untuk diteruskan ke kolong ritensi dan itu sudah dua tahun berturut-turut kami ajukan. Mudahan-muhan tahun ini bisa terealisasi, karena kalau dibiarkan berlarut-larut kasihan warga,” harapnya.
Sementara Hadiman (32), salah satu warga yang rumahnya ikut direndam banjir mengatakan, ini banjir terparah yang pernah ia alami sejak 2006 lalu. “Sebelumnya sudah pernah dua kali banjir disini, tapi kali ini yang parah, air sampai masuk kedalam rumah hingga sepinggang. Air hujan semalam kan belum terserap abis, ditambah hujan tadi hampir dua jam jadi air meluap dan masuk kerumah,” imbuhnya.
Banjir itu sendiri, hanya berjarak puluhan meter dari rumah wakil ketua DPRD Kota Pangkalpinang Abang Herza. Beruntung air tidak sempat merendam rumah politisi Partai PDIP itu, lantaran berada pada posisi lebih tinggi dari puluhan rumah warga lainnya yang terendam banjir. “Kami harap agar alur aliran air untuk di teruskan langsung ke kolong retensi kacang pedang bisa segera terealisasi, agar banjir ini tidak terulang kembali,” tegasnya.
Tidak hanya banjir, hujan selama dua jam yang disertai angin kencang itu pun menyebabkan terjadinya longsor tidak jauh dari rumah salah satu warga, Bob Didit (50) di jalan Letkol Saleh Ode kelurahan Kacang Pedang kecamatan Gerunggung.
Longsor itu membuat pagar rumah Didit amblas. Kepada Radar Bangka, Didit mengatakan jika dirinya tidak mengetahui adanya longsor dan pagar rumah yang runtuh. Ia baru mengetahui kondisi pagar dan halama samping rumahnya yang tergerus longsor saat dirinya hendak keluar rumah.
“Saya pun baru tahu pak, ketika hujan mulai reda saya kaget melihat pagar rumah saya sudah tidak ada rupanya saya baru sadar kalau pinggir rumah saya roboh akibat hujan tersebut,” kata Didit.
Dilanjutkan Didit, dari kejadian itu tidak ada korban jiwa. Namun atas peristiwa tersebut ia mengaku mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah. “untung saja pak tidak ada korban jiwa atas kejadian ini, yah namanya juga musibah alam pak, kita tidak bisa mengingkarinya,” jelasnya.
Sementara Dini (40), tetangga korban membeberkan jika tanah longsor akibat hujan lebat yang terjadi di daerahnya itu adalah untuk pertama kalinya. “Baru kali ini lah pak kejadiannya. Kejadian ini juga saya tidak tahu, tapi pas saya pulang kerja baru melihat kejadian ini,” lanjut Dini.
Kapolsek Gerunggang AKP D.Junaidy, membenarkan adanya peristiwa tanah longsor di wilayah itu, setelah mendapatkan laporan dari warga. “Kami mendapat laporan adanya peristiwa tersebut. Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, namun korban mengalami kerugian atas peristiwa tersebut. Langkah selanjutnya saya mendengar pihak korban sedang menyewa alat berat eskapator untuk melakukan pembersihan,” tandas Kapolsek seraya memastikan pihaknya akan melakukan pengamanan dan membantu warga dalam menyelesaikan pembersihan puing-puing akibat tanah longsor. (cr61/ode)