Bank Sumselbabel Ajarkan Menabung pada Anak

by -

*Buka Tabungan Cukup Rp 5 ribu, Menabung Minim Rp 1000
foto A -bank sumsel babel manggar simpel loncing(1)

ILUSTRASII: ainul yakin/BE

AYO MENABUNG KAWANKU: Anak-anak SDN 1 Manggar saat foto bersama usai mengikuti kegiatan peluncuran Simpel di sekolah. Nampak anak-anak begitu gembira merespon program yang bermanfaat bagi dirinya di masa depan.

TANJUNGPANDAN-Membudayakan menabung sejak dini pada anak-anak, khusunya pelajar perlu upaya nyata. Inilah yang dilakukan Bank Sumselbabel dengan meluncurkan produk tabungan baru yang dinamai Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel).

“Tabungan Simpel ini sangat mudah. Siswa cukup menyetor uang minimal Rp 5 ribu sebagai setoran awal. Selanjutnya jika ingin menabung, cukup menyetor minimal Rp 1000.  Sengaja, biar tidak memberatkan. Pesan yang paling penting dari program ini jangan menyepelekan uang seribu rupiah,’’ ujar Kepala Cabang Tanjungpandan Bank SumselBabel Bari Ari Windoko.

Menurut Bari, program ini dimaksudkan untuk memberikan edukasi menabung sejak dini bagi pelajar. Sasarannya pelajar yang duduk di sekolah dasar (SD) hingga ia berumur 17 tahun. “Nilainya memang kecil seribu rupiah itu. Tapi kita tidak boleh melihatnya kecil. Ada pesan di situ mengajarkan anak menabung,” kata Bari dalam acara Lauching Program Simpel di SDN 17 Tanjungpandan, Rabu (4/11) kemarin.

Lebih jauh dijelaskan, membuka tabungan juga tidak sulit. Para siswa cukup mengisi form yang disediakan Bank SumselBabel. Jika siswa kesulitan, bisa diwakilkan melalui orangtuanya masing-masing dengan melampirkan kartu identitas orang tua. Dan sang anak hanya melampirkan
akta kelahiran saja.

Fasilitas tabungan Simpel ini, lanjut Bari, siswa mendapat layanan sama dengan program tabungan lain. Hanya saja, tidak diikutsertakan dalam pengundian berhadiah. Tapi tidak ada potongan administrasi tabungan. Program ini benar-benar memberikan fasilitas untuk menabung untuk anak.

Pinalti diberikan jika tidak ada transaksi apapun selama dua belas bulan berturut-turut. Itupun potongannya hanya seribu rupiah. Yang tak kalah penting, siswa juga mendapat fasilitas anjungan tunai mandiri (ATM) dalam bertransaksi. “Jadi bisa juga mengambil uang melalui ATM. Jadi benar-benar ini mengedukasi anak perbankan sejak dini,” tukasnya.

Pelajar yang nantinya berumur lebih dari 17 tahun bukan berarti tidak bisa menabung. Namun tabungan tersebut bisa dilanjutkan dengan mengikuti program tabungan lain. Dalam pengertian mudahnya berpindah ke tabungan lain misalnya ke Tabungan misalnya Simpeda maupun Pesirah. “Tidak ada masalah, bisa terus lanjut. Karena tidak ada jangka waktu tabungan ini,” kata Bari.

Untuk tahap awal, Bank SumselBabel launching di SDN 17 Tanjungpandan. Setiap hari Rabu, nantinya mobil ATM dari Bank SumselBabel terjadwal hadir di SDN 17 Tanjungpandan. Jikapun sekolah lain juga mendaftarkan siswanya mengikuti program ini, dengan terjadwal, mobil ATM akan berkunjung. “Karena mobilnya memang baru satu, jadi paling solusinya kita jadwal dulu. Kan sekolahnya banyak ya,” kata Bari.

Program ini kata Bari juga menguntungkan bagi bank. Pasalnya pasar nasabah semakin bertambah sebagai sasaran bisnis. Program ini disambut oleh para orangtua murid. Salah satunya Isnaini. Secara pribadi ia sangat mendukung program ini. Menurutnya, sangat baik sekali mendorong anak untuk menabung. Tak kalah pentingnya memberikan pendidikan dini soal perbankan kepada anak. “Mereka nanti secara mandiri dan memberikan kesadaran anak kita  membudayakan hemat,” kata Isnaini.

Ia pun tidak merasa keberatan jika menabung cuma Rp 5 ribu. Dan memang kata dia, program ini sepertinya dirancang tidak memberatkan orangtua. “Siapapun di Belitung ini saya yakin kalau cuma lima ribu tidak berat,” kata dia. (ade)