Bank SumselBabel Lirik KUR Sektor Pertanian

by -
Bank SumselBabel Lirik KUR Sektor Pertanian
Dirut Bank SumselBabel Achmad Syamsudin menyerahkan bantuan kepada petani Jahe Gajah di Desa Gantung, Rabu (31/3)

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Bank SumselBabel sebagai perbankan daerah mulai melirik sektor pertanian untuk diberikan bantuan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hal ini diungkapkan Direktur Utama Bank SumselBabel Achmad Syamsudin saat mengunjungi Kelompok Tani Wanita Desa Mengkubang dan Budidaya Jahe Gajah di Desa Gantung, Rabu (3/31) kemarin.

Achmad mengatakan dampak pandemi Covid-19 sangat memukul sektor-sektor usaha yang menyebabkan sebagian terhenti. Menariknya, sektor pertanian tidak mengalami penurunan dan malah stabil seiring kebutuhan akan pangan.

“Nah kita (Bank SumselBabel) berfikir masuk ke sektor pertanian karena data yang kita punya di perkreditan, kredit bermasalah kita dipertanian kecil. Pertanian yang mau kita lihat ternyata pertanian KUR, usaha kecil. Kita bantu,” ujar Achmad.

Ia mengakui, dampak pandemi Covid-19 bukan hanya mempengaruhi ekonomi tetapi lebih berat ketimbang menghadapi krisis tahun 1998 maupun 2005 lalu. “Tahun 1998 kita kena resesi, 2005 kita kena resesi tapi dulu KUR kuat UMKM. Tapi sekarang UMKM terdampak karena ada 2 dampak yakni krisis sosial kesehatan dan krisis ekonomi,” jelasnya.

Melihat hal itu, Achmad berharap KUR dapat mengembangkan usaha UMKM pertanian. Salah satunya dengan berkolaborasi dengan Pemerintah daerah. Untuk berhasil, tentu ada faktor yang mendukung sebagai panduan UMKM pertanian yakni permodalan, pembinaan dan pemasaran. “Itu kita bantu dan selebihnya saling kolaborasi dan sinergi karena krisis covid bisa diselesaikan dengan bersinergi, tidak mungkin hanya sendiri-sendiri,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Ikhwan Fahrozi yang mendampingi kunjungan Dirut Bank SumselBabel di lokasi kebun jahe, menyampaikan pembinaan bagi petani dimungkinkan melalui OPD teknis yakni Dinas Pertanian Pangan.

“Kami mungkin melakukan pembinaan karena kita ada PPL pertanian juga sudah ada gapoktan, akan kita berdayakan. Kita lihat hari ini, satu proyek percontohan di situasi pandemi ternyata ada sektor yang mampu mengangkat perekonomian kita,” ujarnya.

Ikhwan menyatakan pemberdayaan bagi petani khususnya sektor pertanian ditujukan untuk menciptakan petani pengusaha. Artinya petani yang paham dan mampu mengelola pertanian dari hulu maupun hilir.

“Apakah akan kita dorong dengan kemampuan APBD kita untuk lebih memberikan porsi lebih melalui OPD teknis mengembangkan pertanian agar menjadi petani pengusaha,” kata Ikhwan Fahrozi.

Petani jahe yang menerima bantuan permodalan Bank SumselBabel, Muhamad Made mengungkapkan keinginannya memanfaatkan bantuan untuk pengembangan usaha dengan memperluas.

“Target saya di Desa Gantung, khusus 5 hektar untuk tanaman jahe semua. Mudah-mudahan dengan ada bapak-bapak bisa membantu perkebunan kami sampai ke hal yang kecil-kecil khususnya (petani) rempah,” harap Made.

Made menambahkan, potensi pemasaran rempah sebagai komoditi masih sangat terbuka luas. Bahkan untuk memenuhi pasar lokal pun sampai saat ini masih kurang. “Kalau pemasaran sampai saat ini belum ada kendala. Pasar di Belitung sangat tinggi angka konsumsinya. Kalau untuk Beltim 100 hektar (lahan pertanian khusus rempah) tidak akan ada kendala. Saya ingin Beltim tidak kekurangan petani handal di masa yang akan datang,” tutup Made. (msi)