Banyak Warga BAB di Hutan

by -

TOBOALI – Assisten Satu bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Pemkab Basel, Herman mengaku prihatin masih adanya warga yang Buang Air Besar (BAB) sembarangan. “Masih banyak masalah diare dan masih ada prilaku masyarakat BAB dibelakang rumah atau didalam hutan. Kita ini masih ada budaya kalau ada WC bagus di rumah seolah–olah sayang BAB disitu terutama di daerah pedesaan,” kata Herman kepada Radar Bangka, Rabu (1/6) usai sosialisasi program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) III di pendopo rumdis Bupati.

Oleh sebab itu, dengan adanya program Pamsimas III ini melalui program peningkatan sanitasi pedesaan diharapkan Herman mampu merubah prilaku masyarakat untuk tidak BAB diluar rumah dan pemandangan seperti itu tak dijumpai lagi.

“Pemkab Basel menyarankan dengan bantuan air bersih serta sanitasi pedesaan ini telah banyak merubah prilaku masyarakat untuk selalu hidup bersih dan sehat. Bahkan ADD 20 persen bisa digunakan untuk fasilitasi air minum seperti pembuatan bor. Dengan demikian tidak lagi buang di dalam hutan,“ ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Herman menjelaskan program Pamsimas III periode 2016 – 2019 ini merupakan kelanjutan program Pamsimas I dan Pamasimas II. Dimana kebijakan nasional pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan berbasis masyarakat bertujuan untuk pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan guna terwujudnya kesehatan masyarakat, melalui pengelolaan pelayan air minum dan penyehatan lingkungan berkelanjutan.

“Memang pada Pamsimas I dan Pamasimas II belum tuntas secara nasional untuk terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Begitu juga UPT Pam kita juga saat ini sudah disiapkan infratrukturnya baik menggunakan APBN maupun APBD belum juga tuntas sampai ke desa-desa. Dan Pam kita belum cukup untuk masyarakat Basel semuanya, apalagi disaat musim kemarau,” sambung Herman.

Mantan Kepala BKD Basel ini menambahkan, sampai tahun 2015 capaian pembangunan air minum dan sanitasi di Kabupaten Basel capaian sanitasi persentase penduduk yang terlayani system air limbah yang memadai mencapai 63,60 persen, pengangkutan sampah 12,14 persen, pengoperasian TPA pengurangan genangan 99 pesen dan presentasi pengoperasian sampah 90 persen.

“Semoga dengan program ini Pamsimas III di Kabupaten Basel ini dapat mengatasi permasalahan bidanga air minum dan sanitasi masyarakat. Selain itu tujuan program ini adalah peluang bagi desa untuk mendaftarkan desa yang menyatakan berminat mengajukan prosal dan lain–lainnya,” pungkas Herman.(bim)