Baru Selesai Dibangun, Drainase Ambruk

by -

Ket foto : Dinding drainase nampak ambruk, padahal pengerjaan proyek ini baru diselesaikan. Proyek pembangunan saluran drainase ini, berada di lingkungan Dusun Pancur Desa Padang Kecamatan Manggar, tepatnya dekat gerbang Selamat Datanfoto Ag di Kota 1001 Warung Kopi.

 *Diduga Dikerjakan Asal jadi dan Tidak Sesuai Spesifikasi Teknis

MANGGAR – Baru selesai dikerjakan akhir tahun 2015 lalu, proyek pembangunan saluran drainase di lingkungan Dusun Pancur Desa Padang Kecamatan Manggar, kondisinya sudah rusak parah.  Bahkan, berdasarkan Pantauan Belitong Ekspres Minggu (20/3) sepanjang puluhan meter drainase di dekat gerbang “Selamat Datang di Kota 1001 Warung Kopi”, nampak ambruk.

Tak hanya itu, sisi kanan dinding drainase itu juga sudah nampak mulai retak, sehingga dikhawatirkan juga akan ikut ambruk. Hingga kini material dinding drainase masih berserakan dan mempersempit saluran air. Diduga rusaknya drainase yang baru dibangun ini, karena dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi teknis kontruksi proyek.

Bayu, salah seorang warga sekitar mengatakan, ambruknya drainase ini sudah terjadi beberapa waktu lalu, dan hingga kini belum ada perbaikan. Namun, Ia tidak bisa memastikan penyebab kerusakan proyek tahun lalu tersebut . Ia hanya menduga drainase ambruk karena bahan bangunan ada yang kurang.

“Lihat sajalah mengapa bisa ambruk, padahal air yang berada di bawah aliran air tersebut tidak terlalu deras. Mungkin karena bahan bangunan y

ang kurang atau karena hujan deras yang turun beberapa waktu lalu, yang pasti drainase yang baru dibuat itu, kini ambruk,” sebut Bayu.

Sementara itu, Kepala Dusun (Kadus) Pancur, Desa Padang, Kasmi, kepada Belitong Ekspres membenarkan jika pembangunan drainase baru selesai dikerjakan sekitar akhir satu tahun 2015 lalu.

“Beberapa waktu lalu, tepatnya satu tahun lalu, pernah ada kontraktor yang meminta izin untuk membangun drainase tersebut. Setelah itu kami tidak tahu kapan mereka selesai. Dan saya pun baru tahu ambruknya drainase itu, belum lama ini,” ungkap Kasmi.

Terpisah, Kepala Dinas Cipta Karya Beltim, Mathur Noviansyah mengatakan pembangunan drainase tersebut merupakan proyek Provinsi. Karena itu, ia tidak b isa banyak berkomentar atas  ambruk drainase itu.

“Proyek tersebut merupakan proyek drainase dengan menggunakan dana APBN Provinsi. Nanti kita akan cek ke lapangan dan segera berkoordinasi dengan pihak Provinsi agar untuk segera memperbaikinya,” singkat Mathur. (feb)