Baru Setahun Keluar Penjara, Warga Tanjungpandan Ini Pakai Narkoba Lagi

by -
Baru Setahun Keluar Penjara, Warga Tanjungpandan Ini Pakai Narkoba Lagi
Polisi saat memeriksa tersangka NR di Polres Belitung, kemarin.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Baru setahun keluar dari penjara dengan kasus yang sama, NR (45) warga Jalan Lettu Mad Daud, Tanjungpandan, Belitung, kembali ditangkap polisi karena narkoba.

Residivis kasus narkoba ini ditangkap Jajaran Tim Cobra Satnarkoba Polres Belitung usai mengkonsumi narkoba jenis sabu-sabu di kawasam Jalan Dok Kelurahan Kota Tanjungpandan, Senin (22/2) lalu.

Pria ini tak bisa berkutik saat polisi menemukan satu paket sabu di jok motornya. Setelah itu, dia digiring ke Mapolres Belitung untuk dilakukan tes urine. Kasat Narkoba Polres Belitung AKP Naek Hutahayan mengatakan, penangkapan ini merupakan hasil pantauan jajarannya terhadap residivis tersebut.

“Tersangka NR merupakan residivis kasus narkoba. Tahun lalu dia bebas setelah menjalani hukuman. Pada saat dia bebas kita lakukan pengawasan,” kata AKP Naek Hutahayan kepada Belitong Ekspres Rabu (24/2) kemarin.

Pada saat dilakukan pengawasan oleh polisi, Tim Cobra Satnarkoba Polres Belitung menerima laporan NR masih mengkonsumsi narkoba. Kemudian aparat kepolisian langsung melakukan pengintaian.

Saat itu, Tim Cobra Satnarkoba Polres Belitung sedang mencari keberadaan tersangka. Hingga akhirnya mereka menemukan posisi NR di Jalan Dok, sedang nongkrong bersama rekan-rekannya. Setelah itu, tim menuju ke lokasi.

“Ketika melihat tersangka, kita langsung datangi. Lalu kita lakukan pemeriksaan. Saat kita geledah di jok motor, terdapat satu paket sabu bekas pakai seberat 0,10 gram,” jelas Kasat Narkoba Polres Belitung.

Setelah mendapat barang bukti tersebut, tersangka lalu digelandang ke Mapolres Belitung untuk dilakukan pemeriksaan. Seperti dites urine. Dari hasil tes urine tersangka positif mengkonsumsi narkoba.

Dalam kasus ini, polisi menjerat tersangka dengan Pasal 112 Ayat 1 atau Pasal 127 Ayat 1 huruf a Undang-undang Nomor 35 tahun 2008 Tentang Narkotika. Ancaman hukumannya lima tahun penjara. “Selain sabu bekas pakai, kami juga mengamankan barang bukti dua alat hisap (bong) yang ada di rumahnya,” ungkap pria berdarah Batak ini.

Sementara itu, NR mengakui perbuatannya. Dia mengkonsumsi narkoba sudah berkali-kali setelah keluar dari tahanan. Dia mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang yang enggan disebutkan namanya.

“Sepaket saya beli dengan harga Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta. Saya mengkonsumsi narkoba supaya kuat. Kalau saya tidak mengkonsumsi, rasanya lemas,” kata pria yang berprofesi sebagai nelayan ini. (kin)