Basarnas Gelar Rakor dan Pelatihan

by -

*Mengantisipasi Terjadinya Musibah atau Bencana
DSC_4148

Deputi Bidang Operasi Badan SAR Nasional, Mayjen TNI Tatang Zainudin saat diwawancarai wartawan, usai membuka kegiatan Pelatihan Potensi SAR angkatan 5 tahun 2015 di Auditorium Zahari MZ komplek Pemkab Beltim, Manggar, Kamis (30/4) lalu.

MANGGAR – Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) akan terus menambah peralatan SAR untuk di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) guna mengantisipasi terjadinya musibah atau bencana.

“Peralatan SAR sangat penting untuk di Pulau Belitung. Mudah-mudahan untuk Kabupaten Beltim, Kita bisa menambah aset dalam rangka untuk pengamanan terhadap musibah karena wilayah ini cukup rawan,” ungkap Mayjen TNI Tatang Zainudin selaku Deputi bidang operasi Badan SAR Nasional saat membuka Pelatihan Potensi SAR angkatan 5 tahun 2015 di Auditorium Zahari MZ komplek Pemkab Beltim, Manggar, Kamis (30/4) lalu.

Tatang yang didampingi Kepala Basarnas Babel, Joni Superiade, mengatakan kapal dan peralatan yang canggih sangat dibutuhkan Basarnas dalam melakukan tugas dan fungsinya.

“Kita masih punya sarana dan prasarana terbatas dan sangat memerlukan kapal canggih yang dilengkapi peralatan deteksi bawah air dengan kedalaman tertentu. Untuk itu kerjasama semua pihak sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Lebih lanjut Tatang menjelaskan bahwa pelatihan dasar potensi SAR tersebut dilakukan untuk memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan SAR kepada potensi SAR di wilayah Kabupaten Beltim baik dari instansi pemerintah, masyarakat dan organisasi kemasyarakatan. Agar nantinya dapat memberikan pertolongan kepada masyarakat pada saat terjadi musibah dan bencana.

Dalam kesempatan itu Bupati Beltim Basuri T Purnama, juga mengucapkan terima kasih kepada Badan SAR Nasional yang telah membuka pos SAR di Manggar. “Terima kasih kepada Basarnas telah membuka kantor perwakilannya di Beltim. Ini salah satu bentuk kepercayaan bagi wisatawan dan investor untuk menciptakan rasa aman,” terang Basuri dalam sambutannya.

Pelatihan Potensi SAR tersebut dihadiri pula Forkominda dan diikuti 60 peserta yang berasal dari instansi pemerintah, masyarakat dan organisasi yang ada di Beltim. Melalui pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan kemampuan personil, koordinasi dengan potensi SAR serta antisipasi bila terjadi musibah dan bencana.

Sementara itu, Koordinator Basarnas Belitung, Mancarah Wanto mengungkapkan Pelatihan potensi SAR ini akan dilaksanakan selama 3 (tiga) kedepan, yang diikuti oleh peserta baik dari instansi pemerintah, masyarakat, lembaga dan organisasi yang ada di Beltim. “Kalau yang pelatihan potensi SAR ini akan digelar selama tiga hari kedepan,” tandas koordinator Basarnas Belitung, Mancarah Wanto. (feb)