Basarnas Pastikan Potensi Markas SAR di Belitung

by -

*Lakukan Koordinasi dengan Bupati Belitung dan Beltim

TANJUNGPANDAN-Adanya rencana untuk membuat markas SAR (save and rescue) di Pulau Belitung ternyata bukan sekadar wacana. Buktinya, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya FH Bambang Sulistyo kini tengah mengunjungi Pulau Belitung untuk melakukan penjajagan sekaligus koordinasi dengan kepala daerah baik Belitung maupun Belitung Timur.
Marsekal Madya FH Bambang Sulistyo beserta rombongan dari Basarnas tiba di Bandara HAS Hanandjoeddin, Kamis (3/9) siang, kemarin. Setiba di bandara, robongan ini disambut Bupati Belitung Sahani Saleh, Kapolres Belitung AKBP Candra Sukma Kumara, Kapolres Beltim AKBP Nugrah Trihadi, Danlanud HAS Hanandjoeddin Letkol Pnb Setiawan dan Kajari Tanjungpandan Nova Elida Saragih.
Kedatangannya kali ini untuk menindaklanjuti rencana Pemerintah Kabupaten Belitung dan Belitung Timur yang ingin membuat markas Basarnas, guna meningkatkan keamanan tanggap bencana.
Kepala Basarnas Marsekal Madya FH Bambang Sulistyo membenarkan tujuan utama kedatangannya ke Pulau Belitung untuk menindaklanjuti permintaan masing-masing Kepala Daerah untuk bekerja sama dengan Basarnas.
“Mereka meminta kepada kami untuk bantuan tindakan darurat bencana. Rencana, besok (hari ini,red) kami akan melakukan pertemuan dengan Bupati Beltim membahas masalah ini,” ujar Kepala Basarnas kepada Belitong Ekspres, Kamis (3/9) kemarin.
Dirinya juga mendengar bahwa di Kabupaten Belitung akan dijadikan salah satu Pelabuhan Internasional, sebagai persinggahan kapal-kapal besa. Dengan adanya Basarnas ini, sangat diperlukan untuk mengatisipasi keamanan, apalagi mengingat posisi Pulau Belitong yang sangat strategis.
“Kita masih ingat peristiwa hilangnya Pesawat Air Asia, akhir tahu lalu yang diisukan hilang di Perairan Belitung. Pada saat itu, kita (Basarnas) tidak berada di Belitung namun di Bangka, kita sempat kesulitan untuk menjangkau, dan harus mengerahkan pasukan dari Bangka,” katanya.
Dengan adanya Basarnas ini, diharapkan dapat membantu saat terjadinya musibah dan bencana. Sebab, di Pulau Belitung ini kemungkinan terjadi bencana relatif besar. Itu dibuktikan adanya sejumlah kejadian seperti penemuan mayat mengampung dan kapal tengelam di Perairan Belitung.
“Kami juga mendapat dukungan dari Presiden untuk membantu Belitung dalam masalah penanggulangan bencana dan situasi darurat. Intinya kita siap membantu,” pungkasnya. (kin)