Batas Waktu Pelaku Usaha di Pulau Belitung Pukul 8 Malam, Melanggar Cabut Izin

by -
Batas Waktu Pelaku Usaha di Pulau Belitung Pukul 8 Malam, Melanggar Cabut Izin
Suasana Gedung Nasional yang selalu ramai di malam hari, kini nampak sepi .

belitongekspres.co.id – Tak ada kata terlambat, akhirnya Bupati Beltim Yuslih Ihza mengeluarkan instruksi tentang Batas Waktu Pelaku Usaha yang ditandatangani pada Jum’at (27/3) kemarin. Instruksi berupa surat edaran dimaksud merupakan tindak lanjut edaran sebelumnya terkait upaya pencegahan coronavirus (covid-19) di Kabupaten Beltim.

Adapun beberapa hal yang disampaikan dalam edaran antara lain pelaku usaha warung kopi, cafe, pedagang kaki lima, restoran, rumah makan agar membatasi waktu usahanya sampai pukul 20.00 WIB dan menyediakan wadah/tempat untuk cuci tangan dengan air mengalir dan sabun.

Pelaku usaha juga diminta melayani pembelian dengan cara di bungkus dan tidak menyediakan kursi dan meja untuk para pelanggan makan dan minum ditempat. Kemudian, pelaku usaha minimarket/toko kelontong agar menerapkan antrian dengan menjaga jarak minimal 1 meter (sosial distancing).

Selanjutnya, pelaku usaha ekspedisi agar melakukan penyemprotan disinfektan terhadap barang yang masuk dari luar sebelum di distribusikan ke tujuan.Tempat hiburan, karaoke, bilyard, tempat bermain futsal dan tempat hiburan lainnya agar menutup usahanya sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Hal-hal sebagaimana tersebut di atas akan dilakukan pemantauan dan penertiban oleh Satpol PP dan aparat terkait lainnya. Demikian bunyi kutipan instruksi Bupati Beltim terkait usaha pencegahan coronavirus (Covid-19) yang resmi disebarluaskan.

Sementara itu, terkait realisasi pendirian Posko penanggulangan Corona, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Beltim Ikhwan Fakhrozi mengatakan edaran sudah ditandatangani oleh Bupati Beltim, Jum’at (27/3) bersamaan dengan edaran Batas Waktu Pelaku Usaha.

“Tiap desa nanti ada posko, tadi juga ada permintaan posko khusus dari Dinas kesehatan, jadi akan kami buatkan posko di RSUD karena masih ada masyarakat dari luar belum dengan kesadaran dirinya memeriksakan diri,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan untuk posko di desa akan mengunakan ruangan yang tidak digunakan di desa. Namun tidak menutup kemungkinan pembuatan posko di dekat pusat keramaian seperti pasar.

“Kita lihat perkembangan kedepan, ketersediaan alatnya, misal siapa tahu dalam waktu pemerintah pusat mengedarkan rapid test mencapai ke Kabupaten,” ujarnya.

Selain itu Ikhwan, mengatakan pusat informasi corona Pemkab Beltim telah tersedia dan ditempatkan di gedung kantor Bupati Beltim. Ia mengatakan akan menempatkan orang-orang berkompeten untuk menyampaikan informasi, dalam hal ini Diskominfo Beltim selaku corong informasi Pemerintah.

“Pemkab akan menyebarkan informasi secara umum melalaui Diskominfo Beltim, sedangkan terkait informasi teknis menyangkut hal medis sumber informasinya dari Dinas Kesehatan,” tandasnya.

Melanggar Cabut Izin Usaha

Sama halnya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung yang mengeluarkan edaran tentang instruksi pencegahan penyebaran Covid-19. Adapun Surat Edaran Bupati Belitung No. 443.1/316/II/2020 berisi tentang pembatasan waktu pelaku usaha.

Pertama, pelaku Usaha Warung Kopi, Cafe, Pedagang Kaki Lima, Restoran, Rumah Makan agar mempersingkat waktu usaha sampai dengan pukul 20.00 WIB dan menyiapkan wadah pencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.

Kedua, pelaku usaha sebagaimana dimaksud pada point satu hanya melayani pembelian secara bungkus dan tidak menyediakan kursi meja untuk pelanggan makan minum ditempat.

Ketiga, pelaku usaha ritel/minimarket/toko kelontong dalam antrian agar menerapkan Physical Distancing/Jaga jarak minimal 1 (satu) Meter. Keempat, pelaku usaha ekspedisi agar melakukan penyemprotan disinfektan terhadap barang dari luar yang masuk ke wilayah Kabupaten Belitung.

Kelima, Warnet, Tempat Hiburan, Karaoke, Tempat Kebugaran Tubuh, Tempat Bilyard, Tempat Futsal, atau tempat hiburan lainnya untuk menutup sementara usaha sampai dengan batas waktu yang belum bisa ditentukan. Berkenaan disebutkan diatas akan dilakukan pemantauan dan penertiban oleh Satpol PP bersama aparat terkait.

Bagi Tempat usaha yang melanggar waktu operasional melebihi pukul 20.00 WIB setiap hari dan terbukti masih memberikan kesempatan kepada warga untuk berkumpul melebihi jam tersebut akan diberikan sanksi. Yakni, akan dicabut ijin usahanya dan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Hal itu, menjadi salah point kesimpulan, hasil rapat percepatan Program Kerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Belitung. Rapat tersebut bertempat di ruang sidang Pemkab Belitung, Jumat (27/03) kemarin.

Rapat ini dihadiri Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem), unsur Forkopimda Belitung dan seluruh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Bupati Belitung Sahani Saleh rapat digelar untuk menentukan angkah-langkah menjaga Belitung yamg masih zona hijau di Peta penyebaran Covid-19 di Indonesia. (msi/dod)