Bateng Keciprat Dana Desa Rp61 M

by -

KOBA – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) mendapatkan kucuran dana desa pada 2016 sebesar Rp61 miliar yang dibagi-bagikan ke 56 desa.
“Terdapat sebanyak 56 desa yang mendapatkan dana desa tersebut atau masing-masing desa mendapat kucuran dana sekitar Rp1,1 miliar,” kata Bupati Bateng Erzaldi Rosman, Kamis (17/3) kemarin.
Ia menjelaskan dana desa tersebut bersumber dari APBN sebesar Rp36 miliar dan dari APBD Bangka Tengah sebesar Rp25 miliar. “Kalau dari APBD Provinsi Babel sebesar Rp38 juta per desa untuk pengelolaan dan menjalankan roda pemerintahan di desa,” ujarnya.
Bupati berharap dana desa tersebut dikelola dengan baik sesuai dengan petunjuk pelaksanaan teknis agar tidak salah dalam penggunaannya. “Saya minta aparatur di desa benar-benar menggunakan dana tersebut, jangan sampai menyalahi aturan yang ada,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Erzaldi juga menyatakan dana desa mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat jika dikelola dengan baik. “Kalau aparatur desa lebih jeli dan kreatif menggunakan dana desa maka akan mampu menggeliatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya di Koba, Kamis.
Menurut dia, jika benar-benar dioptimalkan sumber daya manusia dan sumber daya alam di desa maka dirinya percaya akan berdampak besar terhadap masyarakat, sebesar Rp1 miliar lebih dana beredar di setiap desa tentu memiliki dampak cukup luas terhadap kemajuan ekonomi masyarakat.
“Pihak desa benar-benar diharapkan lebih kreatif dan inovatif dalam menggunakan dana desa terutama dalam menumbuhkembangkan ekonomi desa setempat. Contohnya ingin bangun jalan, silakan saja tetapi memberdayakan masyarakat setempat. Misalnya tenaga kerja dan mobil dari masyarakat setempat,” ujarnya.
Ia mengatakan, jika aparatur desa lebih kreatif dan efektif menggunakan dana maka dampaknya cukup besar sekali terhadap ekonomi masyarakat. “Itu yang saya maksud aparatur desa harus jeli dalam mengembangkan sumber daya alam di desa.Misalnya sekarang harga karet murah, jangan diberi bantuan bibit karet tetapi bantu bibit yang harganya lebih memiliki prosfek secara ekonomi,” ujarnya.

Kades Tidak Boleh Takut
Erzaldi juga meminta para kepala desa untuk tidak takut menggunakan dana desa sepanjang sesuai aturan. “Intinya kepala desa jangan takut menggunakan dana sepanjang tidak menyalahi aturan dan kami menempatkan tenaga pendamping khusus untuk membimbing penggunaan dana desa,” katanya.
Ia menjelaskan tenaga pendamping ini tugasnya membimbing para kepala desa dalam menggunakan dana desa sesuai petunjuk pelaksana teknis. “Tapi dengan catatan jangan sengaja melakukan kesalahan, kalau tidak sengaja maka bisa dimaklumi makanya kami sediakan tenaga pendamping agar tidak salah membelanjakan dana desa,” ujarnya.
Ia mengakui ada kepala desa merasa takut salah membelanjakan dana desa sehingga penyerapannya menjadi tidak efesien. “Padahal kalau para kepala desa benar-benar paham dalam menggunakan dana desa akan mendatang efek yang sangat besar terhadap geliat perekonomian masyarakat desa,” ujarnya.
Erzaldi menjelaskan pada 2015 Pemkab Bangka Tengah mendapatkan kucuran daba desa sebesar Rp61 miliar dari APBD dan APBN. “Masing-masing desa mendapatkan kucuran dana sebesar Rp1,1 miliar dan jika dana itu digunakan secara efektif tentu mampu menggeliatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.(and/ant/rb)