Bea Cukai Musnahkan 24 Unit Air Soft Gun

by -

//Juga Musnahkan Pakaian Bekas Impor

PANGKALPINANG – Kantor Bea Cukai Pangkalpinang memusnahkan 24 unit senjata air soft gun dari hasil sitaan, karena dinilai sangat berbahaya apabila dipegang orang yang tidak bertanggungjawab.
Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalbalam, Beni Nopri menyebutkan sebanyak 24 Air Soft Gun dimusnahkan bersama ribuan barang lainya dari berbagai jenis.
“Kemampuan  senjata ini ternyata diatas Air Soft Gun, apabila dimodifikasi maka Air Gun akan menjadi senjata pembunuh, terutama jika selongsong peluru yang besarnya hanya 4,5 mm dinaikkan dan menggunakan peluru senjata api,” jelas Beni, Rabu (25/2).
Menurutnya, 24 senjata Air Gun yang bisa memodifikasi bisa membahayakan nyawa orang jika beredar di tengah-tengah masyarakat. Hingga kini, pihaknya terus bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menyita senjata Air Gun.
Selain memusnahkan senjata Air Gun, pihak Bea Cukai juga memusnahkan berbagai macam barang sitaan lainnya seperti rokok 191.936 bungkus, serta barang lainya berupa sex toy (berbentuk kemaluan pria dan wanita), magazine Air softgun, cakram optik isi, jarum anestesi (jarum untuk kesehatan) 1000 buah, kosmetik, obat-obatan dalam bentuk sachet, tablet, kapsul dan jamu – jamuan serta obat kuat.
“Selain itu juga terdapat beberapa jenis bibit tumbuhan seperti bibit cabai  dan bibit coklat, bibit sawi,jamur serta jenis kacang – kacangan. Juga terdapat pakaian baik berupa pakaian kesehatan (celana dalam untuk prostat) dan juga pakaian lainya.Berdasarkan data dari Bea Cukai dalam pemusnahan tersebut diperkirakan nilai barang sebesar Rp75.767.000,” ungkapnya.
Tidak hanya memusnahkan Air Soft Gun, Bea Cukai Pangkalpinang pada kesempatan itu juga memusnahkan ratusan pakaian bekas impor karena tidak memiliki dokumen perdagangan. “Kami memusnahkan ratusan lembar pakaian bekas impor yang dilalulintaskan melalui jasa angkutan laut di Pelabuhan Pangkalbalam,” imbuh Beni.
Ia menjelaskan, ratusan pakaian bekas impor ilegal ini merugikan negara, karena pemilik barang ini tidak membayar bea dan pajak perdagangan. Selain itu, kata dia, Menteri Perdagangan juga melarang perdagangan pakaian bekas impor tersebut ilegal dan diduga mengandung berbagai penyakit berbahaya bagi warga. “Mudah-mudahan dengan pemusnahan ini, akan membuat pedagang jera dan tidak melalulintaskan pakaian bekas tersebut,” bebernya.
Terkait perdagangan pakaian bekas impor di sejumlah pasar tradisional yang masih marak, Beni Novri, mengaku tidak memiliki kewenangan untuk menertibkan barang ilegal tersebut.
“Kami hanya memiliki kewenangan menertibkan dan menyita barang-barang ilegal yang dilalulintaskan di pelabuhan dan bandara. Sementara perdagangan di pasar merupakan kewenangan dinas perdagangan di daerah,” ujarnya.
Namun demikian, kata dia, pihaknya siap membantu pemerintah daerah untuk menertibkan barang-barang ilegal impor di sejumlah pasar tradisional tersebut. “Kami siap membantu dinas perdagangan untuk menertibkan barang-barang ilegal ini, demi keamanan dan melindungi konsumen di daerah ini,” tambah Beni.
Pemusnahan barang milik negara (BMN) hasil sitaan sejak tahun 2012 hingga 2015 itu sendiri dihadiri Kakanwil Bea Cukai Sumbagsel Fajar Doni, Ka Bea Cukai Pangkalpinang Beni novri, AKBP Heri kassi Gakkum Pol air Polda babel, AKP Heri KP3 Pangkalbalam secara simbolis melakukan pemusnahaan. (cr62)