Beasiswa Mahasiswa Beltim Tahun 2021 Tak Terakomodir Sepenuhnya

by -
Beasiswa Mahasiswa Beltim Tahun 2021 Tak Terakomodir Sepenuhnya
Alfian selaku PPK penyediaan beasiswa keluarga tidak mampu khusus Perguruan Tinggi pada Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim,

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Beasiswa bagi mahasiswa asal Belitung Timur (Beltim) pada tahun anggaran 2021 menggunakan kuota yang sama dengan tahun anggaran 2020, yakni beasiswa permanen dan non permanen. Namun beasiswa non permanen tahun anggaran 2020 tidak sepenuhnya terakomodir sesuai kuota karena ada refocusing anggaran.

“Jadi untuk kegiatan beasiswa peningkatan penyediaan siswa bagi keluarga tidak mampu tahun 2020 kemarin berjalan awalnya kita mempunyai dana sejumlah Rp. 2.594.297.000,” ujar Alfian selaku PPK penyediaan beasiswa keluarga tidak mampu khusus Perguruan Tinggi pada Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim, Senin (1/4).

Alfian melanjutkan, anggaran tahun 2020 sebenarnya dialokasikan kembali untuk beasiswa permanen yakni kerjasama dengan IPB, STTB dan STPN sebagai lanjutan kerjasama tahun 2019. Namun hal tersebut ditunda dan hanya melanjutkan beasiswa bagi mahasiswa tahun 2019.

Sedangkan beasiswa non permanen tahun 2020 mengalami pengurangan cukup signifikan dari kuota 25 orang untuk beasiswa dalam Provinsi hanya tersisa 5 orang. Kuota 75 orang untuk beasiswa luar Provinsi hanya tersisa 25 orang.

“Untuk yang mahasiswa sudah berjalan di perguruan tinggi di angkatan 2019 kemarin, 1 orang di IPB 2 orang di STTB dan 4 orang di STPN Yogyakarta. Kemudian juga kita memiliki bantuan pendidikan mahasiswa non permanen yang terdiri dari perguruan tinggi di Provinsi Babel 25 orang dengan alokasi Rp 12 juta/ orang dan perguruan tinggi di luar Provinsi Babel 75 orang dengan alokasi Rp 15 juta/ orang,” terang Alfian.

“Cuman memang pada saat kita di bulan Maret kemarin kita muncul refocusing. Mau tidak mau untuk kegiatan penyediaan beasiswa bagi keluarga tidak mampu (non permanen) juga terimbas,” imbuhnya.

Dijelaskan Alfian, refocusing menyebabkan anggaran beasiswa sebesar Rp 1,8 miliar dikembalikan dan hanya tersisa Rp 710 juta yang dialokasikan untuk beasiswa permanen dan sisa kuota beasiswa non permanen tahun 2020.

“Kita memang harus sama-sama mengertilah karena ini memang uang negara dan negara butuh, ya kita harus kembalikan. Akhirnya sejumlah 72,59 persen di refocusing yaitu dengan total Rp 1.883.745.000 yang di refocusing sehingga sisanya dana sisa anggaran dari tersisa Rp 710.982.000,” jelasnya.

Alfian mengatakan, proses seleksi penerima beasiswa non permanen tahun 2020 dibuka pada bulan Juni. Meski sudah dibatasi kuota, antusias mahasiswa dan orang tua untuk mendaftar cukup besar.

“Juni kita sudah mulai membuka untuk pendaftaran, ternyata memang keluar dari prediksi dan perkiraan kita. Perguruan tinggi di dalam Provinsi Babel ada 39 orang peminat yang memasukkan proposal dan untuk perguruan tinggi di luar Provinsi Babel 104 orang yang memasukkan proposal. Sehingga kita harus selektif benar,” kata Alfian.

Syarat Lebih Diperketat

Secara administrasi, pengajuan beasiswa non permanen tetap sama seperti tahun sebelumnya. Terutama dari sisi IPK (indeks prestasi kumulatif) sebagai unsur prestasi dan keterangan tidak mampu.

“Kita juga melakukan survei dan pada akhirnya kita juga sebelumnya sudah membuat semacam penilaian dengan form penilaian untuk menentukan peringkat penerima (beasiswa) itu,” ujar Alfian.

Dari sisi prestasi yang berhak adalah mahasiswa dengan IPK 3 keatas melalui pembagian klasifikasi tiga bagian. Selain itu, kriteria penerima beasiswa juga mempertimbangkan akreditasi program studi dan akreditasi kampus.

“Dari sisi ekonomi kekurangmampuan kita menilai dari dua sisi yang pertama dari sisi DPKS yang kita kerjasamakan dengan Dinas Sosial. Kedua, survei lapangan kondisi DPKS,” katanya.

“Panitia seleksi juga tidak memiliki unsur untuk memilih atau menentukan atau menunjuk karena alasan kasihan atau karena tetangga saudara. Terus terang saja dari panitia yang ada mereka sudah cukup bagus profesional dalam melakukan penilaian,” tutup Alfian. (msi)